Kompas.com - 10/09/2012, 20:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com - Setelah pekan lalu, 3 warga Kintamani, Bangli tewas dan puluhan lainnya dirawat akibat pesta arak, pekan ini kasus serupa terulang di Denpasar. Dua warga Jalan Tukad Bilok, Denpasar tewas setelah menggelar pesta arak yang diduga tercampur methanol.

Dua korban yakni, Kadek Santika (21) menghembuskan nafas terakhir di rumah, sementara I Made Arimbawa (37) meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar.  

"Satu korban bernama Arimbawa sempat masuk UGD kemarin, dan pada sekitar Senin (10/9/2012) pukul 00.15 Wita korban masuk ke forensik karena sudah meninggal," ujar Kepala Instalansi Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, siang tadi.

Untuk sementara, jenazah masih dititipkan di kamar jenazah RSUP Sanglah, Denpasar. Keluarga korban menolak dilakukan otopsi sehingga akan menyulitkan penyelidikan kepolisian untuk mengetahui kandungan racun dalam arak tersebut.

Sementara satu orang korban selamat Oli Muliarta (41) saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang Lely RSUP Sanglah Denpasar.

Menurut informasi yang diterima RSUP Sanglah, sejumlah orang termasuk 2 korban meninggal dan 1 korban selamat yang masih dirawat mengalami  keracunan arak usai menggelar pesta minuman keras di depan toko warung makan Dong Oman 2 Jalan Tukad Bilok No. 90 D, Renon, Denpasar, Minggu (9/9/2012) sore kemarin.

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X