Robert Wolter Mongisidi, Bukan "Monginsidi" - Kompas.com

Robert Wolter Mongisidi, Bukan "Monginsidi"

Kompas.com - 06/09/2012, 16:31 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Penyebutan nama marga dari pahlawan nasional asal Sulawesi Utara, Robert Wolter Mongisidi, diluruskan oleh Grace Mongisidi yang merupakan anak dari kakak tertua pahlawan nasional tersebut, Rabu (5/9/2012) kemarin.

Koreksi penyebutan dan penulisan yang salah tersebut disampaikan oleh Grace ketika membacakan riwayat Robert Wolter Mongisidi pada acara Puncak Festival Seni Budaya Bantik serta peringatan ke-63 wafatnya Wolter Mongisidi di Manado.

"Selama ini berbagai tulisan dan literatur menulis dan menyebutkan marga dari om saya dengan sebutan 'Monginsidi'. Tetapi, mulai hari ini saya minta untuk tidak lagi menyebut 'Monginsidi'. Karena yang benar marga kami adalah Mongisidi," ujar Grace di hadapan ribuan warga Bantik serta beberapa pejabat Sulut dan Manado yang hadir.

Robert Wolter Mongisidi yang menggelorakan perlawanan terhadap penjajahan Belanda berasal dari suku Bantik, yang merupakan salah satu suku mula-mula di Manado.

Wolter Mongisidi dihukum dengan ditembak mati oleh Belanda pada 5 September 1949. Ketika ditembak, Wolter Mongisidi meminta untuk tidak ditutup matanya, serta meneriakkan pekik merdeka sebanyak tiga kali.

Sebuah kalimat yang terselip pada secarik kertas ditemukan pada Alkitab yang dibawanya ketika dihukum tembak. Kalimat itu kini menjadi kalimat herorik warga Bantik karena dianggap sebagai pernyataan sikap keberanian Wolter Mongisidi, yaitu "Setia Hingga Akhir Dalam Keyakinan."

Pelurusan penyebutan nama pahlawan nasional tersebut disambut baik oleh berbagai kalangan. Tak kurang dari aktor senior Roy Marten yang juga hadir pada acara tersebut menyatakan ingin membuat kembali film tentang Wolter Mongisidi. Roy Marten merupakan pemeran utama film Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi yang diproduksi pada 1982. "Saya berjanji untuk meng-update film tersebut," kata Roy Marten.


EditorGlori K. Wadrianto

Close Ads X