Ditertibkan, Geng Motor Melawan

Kompas.com - 27/08/2012, 05:14 WIB
Editor

Batam, Kompas - Sejumlah anggota geng motor diduga merusak tiga pos dan satu kendaraan milik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Minggu (26/8), di Batam, Kepulauan Riau. Perusakan itu menyusul penertiban balap liar oleh tim Kepolisian Resor Barelang dan Kepolisian Sektor Batam Kota.

Di Pos Polisi Sungai Panas, pelaku melemparkan batu berdiameter 5 sentimeter. Akibatnya, kaca depan pos, tepatnya pada daun jendela tengah, pecah. Hingga Minggu pagi, sebagian pecahan kaca masih berserakan di dalam dan luar pos. Daun jendela bagian tengah digeser ke pinggir. Hal itu untuk mencegah sisa kaca jatuh. ”Ini kejadian kedua setelah empat bulan lalu. Waktu itu kaca samping dilempar,” kata Brigadir Satu Khairul yang bertugas di pos itu.

Khairul mengatakan, saat kejadian pos dalam keadaan kosong. Pos dijaga hingga pukul 22.00. ”Semalam ada penertiban balap liar di Batam Center. Setelah dibubarkan, pelaku diduga melemparkan batu sambil mengendarai motor,” jelas Khairul.

Kerusakan juga terjadi di Pos Polisi Simpang Kabil dan Simpang Kara. Namun, kerusakannya tidak separah Pos Polisi Sungai Panas. Pada Minggu pagi tidak terlihat lagi tanda kerusakan di kedua pos itu.

Menurut Kepala Polsek Batam Kota Komisaris Bambang Pamungkas, ada penertiban balap liar di kawasan Batam Center. Penertiban dilakukan mulai dari depan Vihara Maitreya hingga kawasan Engku Putri.

Polisi awalnya menertibkan balap liar di depan wihara. Ratusan pemuda yang diduga terlibat balap motor liar di jalan raya dekat wihara ataupun yang menonton mengikuti permintaan polisi. Namun, mereka hanya pindah tempat berkumpul di sekitar kawasan Simpang Ocarina. Polisi kembali mengusir mereka. Mereka pindah lagi ke kawasan Engku Putri.

Di Engku Putri, polisi kembali membubarkan massa. Namun, kali ini sebagian massa melawan dengan melempar batu. Akibatnya, sejumlah polisi terluka. Satu mobil operasional polisi juga penyok terkena lemparan batu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang tak membantah pelaku balap liar, yang diduga anggota geng motor, menolak pembubaran oleh polisi. Beberapa di antaranya melempari polisi dengan batu. ”Tak ada yang cedera serius atau sampai harus dirawat di rumah sakit,” tuturnya.

Namun, ia tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden itu. Sebab, penertiban itu tanggung jawab Satuan Lalu Lintas Polres Barelang. Adapun Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Barelang Komisaris Suka Irawanto tidak menjawab pesan singkat ataupun telepon selulernya.

Kericuhan akibat ulah geng motor pada Sabtu lalu merupakan yang kedua selama Agustus 2012. Sebelumnya, sejumlah anggota geng motor berkelahi di dekat Simpang Ocarina, 11 Agustus lalu. Dua orang cedera dalam insiden itu. Polisi menangkap 10 remaja yang diduga terlibat dalam insiden itu. (RAZ)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X