Giliran Hutan di Gunung Kelud Terbakar

Kompas.com - 24/08/2012, 02:19 WIB
Editor

Kediri, Kompas - Sekitar 15 hektar hutan di kawasan wisata Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, terbakar sejak Rabu (22/8) sore dan baru bisa dipadamkan Kamis pagi. Sebelumnya, kawasan puncak Gunung Papandayan, Tampomas, dan Sindoro juga terbakar.

”Hutan terbakar sejak Rabu sore, tetapi baru dapat dicek Rabu malam sekitar pukul 23.30,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Edi Purwanto ketika dihubungi, Kamis kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kebakaran melanda petak 148 di kawasan Resor Pemangkuan Hutan Besowo. Api cepat membesar karena hutan didominasi semak dan pohon kaliandra yang mudah terbakar. Kebakaran di lokasi terjal hingga 90 derajat.

Menurut Advid Rollick, dari bagian Humas Perum Perhutani Jatim, sebagian besar hutan di Jatim rawan terbakar, terutama di hutan jati di Gunung Lawu dan Kawi. Kawasan puncak Gunung Sindoro juga kering. Kondisi vegetasi alang-alang dan semak belukar rentan terbakar.

Di Bandung, kebakaran di Gunung Papandayan, 30 kilometer barat daya kota Garut, dapat dikendalikan. Kepala Urusan Humas Perhutani Garut Jaenal Abidin menjelaskan, luas areal kebakaran 5-10 hektar.

Di semua gunung, pemadaman api dilakukan manual, menggunakan air ataupun sekat bakar. Akses ke lokasi sangat berat.

Perhutani siaga

Musim kemarau Agustus ini sangat kering. Selain memicu kebakaran di hutan/lahan dataran rendah, kebakaran mengintai wisata pegunungan di Jawa.

Pihak Perhutani siaga mengantisipasi kebakaran hutan yang mereka kelola. ”Selama Lebaran tak ada yang cuti. Siaga kebakaran,” kata Mustoha Iskandar, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Pengembangan Usaha Hutan Rakyat Perhutani.

”Lokasi kebakaran biasanya di daerah pendakian, di lereng atau puncak, karena puntung rokok atau api unggun,” kata Mustoha.

Secara terpisah, Kurnia Rauf, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, mengatakan, Pulau Jawa bukan prioritas pencegahan kebakaran nasional. Prioritas di Riau, Jambi, Sumsel, Sumut, seluruh Kalimantan, dan Sulawesi.

”Untuk (kebakaran) di Jawa, koordinasinya antara Dinas Kehutanan daerah dan Perhutani. Kami lebih ke lintas negara, terutama ASEAN,” ujarnya.

(DEN/DMU/EGI/ICH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.