Kompas.com - 11/08/2012, 00:59 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SOLO, KOMPAS.com - Peredaran daging ayam tiren (mati kemarin) dan sapi gelonggongan di pasar tradisional di Solo semakin marak. Hal ini dibuktikan dengan temuan tim gabungan Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan tim Dokter hewan Polda Jawa Tengah, berupa daging ayam tiren dan daging gelonggongan di Pasar Nusukan, Jumat (10/8/2012).

Oknum pedagang sempat mengelabui petugas dengan menutupi daging tiren dan daging gelonggongan dengan selimut. Tidak mau terkecoh, petugas meminta penjual untuk membuka selimut yang berada di bawah lapak. Setelah di cek, kandungan air di dalam daging sapi tersebut berlebih. Tragisnya, penjual nakal tersebut mengaku sudah menjual 23 kilogram daging. Sementara, petugas hanya menemukan dua kilogram daging sapi gelonggongan, di balik selimut tersebut.

Penjual yang bernama Pujianto tersebut mengatakan, keuntungan menjual daging gelonggongan lebih besar. Dari pemasok, dirinya hanya membeli seharga Rp 55.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi harga normalnya sampai Rp 80.000 per kilogram.

Tragisnya pula, Pujianto, sebulan lalu sudah tertangkap basah oleh petugas menjual daging gelonggongan, namun karena hanya mendapat teguran, dirinya nekat berjualan lagi. Kini Pujianto pun tertangkap lagi oleh petugas. Lagi lagi, petugas pun hanya mengimbau untuk tidak menjual daging gelonggongan.

Pada bagian lain, petugas menyita 1,7 kilogram hati sapi busuk serta daging ayam yang kondisinya tidak layak karena disembelih saat kondisi ayam sudah mati. Hal tersebut terlihat dari cara menyembelih ayam. Rajiyem mengatakan tidak tahu daging ayam miliknya adalah ayam tiren karena hanya disetori. "Saya tidak tahu kalau itu tiren, saya hanya menerima dari sesorang dan menjual kembali," katanya.

Petugas pun meminta Rajiyem untuk mengembalikan daging ayam itu kepada si pemasok daging.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.