Kompas.com - 10/08/2012, 00:44 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

KUNINGAN, KOMPAS.com Warga sekitar di Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang kali pertama menolong korban kecelakaan di jurang Sungai Cibacang, Kamis (9/8/2012) pukul 19.30.

Edi Kuswaedi, warga RT 13 RW 4, Desa Bojong, Cilimus, mengatakan bahwa ia yang berinisiatif mengajak polisi untuk turun ke dalam jurang. Sebab, jurang sedalam sekitar 10 meter itu sukar dijangkau. "Hanya warga sekitar yang berani menuruni jurang itu dan mengetahui jalan tembusnya. Petugas kepolisian awalnya bingung dari mana mulanya harus menolong korban," katanya.

Mereka lalu turun dari sisi jembatan dan mengevakuasi tiga penumpang mobil bernomor polisi B 2199 QW itu. Posisi mobil naas tersebut jatuh terbalik, dan ketiga penumpang terhimpit. "Saya menggendong sopir keluar dari mobil. Warga lainnya menolong korban perempuan dan bayi," katanya.

Ada seorang polisi dan tiga warga yang mengevakuasi korban dengan tangan kosong. Satu per satu korban digendong naik dari jurang. "Sopir masih sadar saat diselamatkan, tetapi dua korban lainnya sepertinya tak sadarkan diri. Kemungkinan sudah meninggal di tempat," ujar Edi Kuswaedi.

Untuk menolong korban, warga memecahkan kaca pintu depan. Mereka langsung dilarikan ke RSIA Linggajati di Desa Bandorasa, Cilimus, sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.

"Saat saya tanyai, Pak Sopir itu mengaku berasal dari Ciawigebang (perbatasan Kuningan dengan Cirebon). Namun, saya tak sempat tanya lebih banyak karena dia shock dan luka," kata Edi. Posisi korban perempuan yang belakangan diketahui bernama Tuti (25) itu duduk di bangku tengah, sedangkan bayi laki-laki bernama Akil (1,5) berada di jok belakang.

"Kemungkinan bayi itu terlempar," kata Edi. Sementara itu, pengendara motor bernama Muhammad Fuad (15) yang ditabrak mobil Isuzu Panther tersebut juga belum bisa dimintai keterangan. Ia masih dirawat di RS Bandorasa.

Akibat kejadian itu, Fuad patah tulang kaki kanan dan luka parah di bagian wajah serta kepala. Kepala Polsek Cilimus Komisaris Sri Muktiningsih mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kecelakaan ini. Sebab, korban selamat belum bisa dimintai keterangan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.