Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/08/2012, 12:32 WIB
Penulis Joe Leribun
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi solidaritas mengecam kekerasan dan pembunuhan kaum muslim Rohingya kembali terjadi di depan kantor Dubes Myanmar, Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2012) mulai pukul 11:00. Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Peduli Rohingya (MPR) menuntut pemerintah Myanmar menghentikan aksi kekerasan terhadap umat muslim Rohingya.

Para demonstran juga mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) sebagai wadah yang menaungi aspirasi negara-negara muslim untuk memberikan perhatian serius, melakukan langkah-langkah diplomatik untuk menemukan solusi atas tragedi kemanusiaan yang menimpa umat muslim Rohingya.

Dalam orasinya, para demonstran mengecam keras pembunuhan kaum minoritas muslim di Rohingya, Myanmar dan mendesak pemerintah Myanmar untuk mengakui warga muslin Rohingya sebagai salah satu etnik dari negara tersebut. Para demonstran juga kecewa dengan sikap pemerintah Myanmar yang belum mengambil sikap yang tegas, padahal sejak Juni 2012 lalu, korban dari pihak muslim mencapai 20 ribu orang.

Pantauan Kompas.com, para demonstran juga menbawa spanduk dan mengenakan pita kepala yang bertulis "STOP VIOLENCE, SAVE Muslim Rohingya."

Sementara itu, sejak pukul 11:00 WIB, lalu lintas di jalan Agus Salim terlihat tersendat dari arah Imam Bonjol menuju Sabang. Beberapa anggota Kepolisian dari satuan Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat mengawal unjuk rasa tersebut. Unjuk rasa berlangsung tertib.

Seperti diberitakan, kaum muslim di wilayah Rakhine, Rohingya Myanmar mengalami berbagai kekerasan bahkan pembunuhan oleh kelompok ekstrimis. Situasi tersebut semakin parah saat Pemerintah Myanmar terkesan acuh terhadap peristiwa tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.