Lima Titik di Perbatasan RI-Timor Leste Berpeluang Konflik

Kompas.com - 06/08/2012, 09:45 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Lima titik di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, khususnya di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dan Kecamatan Pasabbe, Distrik Oekusi, Timor Leste, saat ini berpeluang besar terjadi konflik. Konflik bisa terjadi karena batas tanah yang belum disepakati oleh kedua negara sampai saat ini.

Kelima titik berpotensi konflik itu yakni Subina di Desa Inbate, Pistana di Desa Nainaban dan Desa Sunkaen, Tububanat di Desa Nilulat, Oben di Desa Tubu, dan yang terakhir Nefonunpo di Desa Haumeni Ana yang sementara ini bergejolak.

"Empat dan lima titik di Kecamatan Bikomi Nilulat yang berbatasan dengan Timor Leste saat ini tinggal menunggu waktu saja akan terjadi konflik lantaran banyak warga Pasabbe, Distrik Oekusi, Timor Leste, sekarang mulai melakukan pengolahan kebun di tanah yang disengketakan atau area zona netral, sehingga hal ini yang akan ditantang habis-habisan oleh warga di enam desa di kecamatan ini," kata Camat Bikomi Nilulat, Lodovikus Lake, Minggu (5/8/2012).

"Kita juga sangat menyesalkan sikap dari Pemerintah Timor Leste yang telah melanggar kesepakatan berupa sumpah adat pada bulan November 2011 antara masyarakat di Kecamatan Bikomi Nilulat dengan masyarakat dari Pasabbe dan perwakilan dari Timor Leste," jelas Lake.

Lanjut Lake, khusus untuk titik Pistana di Desa Nainaban dan Desa Sunkaen, kemungkinan satu atau dua minggu ke depan bisa terjadi konflik sehingga dia mengharapkan pemerintah pusat harus segera melakukan dialog dengan Pemerintah Timor Leste untuk segera mencari alternatif penegasan perbatasan. Hal itu agar jelas diketahui oleh kedua negara, karena selama ini sudah ada pembicaraan dan kesepakatan antara pemerintah daerah Kabupaten TTU dan Distrik Oekusi, Timor Leste, tetapi tetap saja gagal.

Terkait dengan itu, menurut Lake, pekan depan tim dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Luar Negeri, dan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mendatangi lokasi yang menjadi sengketa tersebut.

Sebelumnya pada 31 Juli 2012 lalu, warga Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur, terlibat bentrok dengan warga Pasabbe, Distrik Oekusi, Timor Leste, yang dipicu oleh pembangunan Kantor Bea dan Cukai dan Imigrasi Timor Leste yang masuk 20 meter ke wilayah Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga kedua negara ini saling baku lempar batu dan benda tajam selama 15 menit. Bentrokan berhasil dilerai aparat TNI perbatasan dan tentara Timor Leste. Bentrokan itu tidak menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi pasca-bentrokan membuat warga selalu waswas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.