Hemat BBM, Pejabat Diimbau Pergi Berombongan

Kompas.com - 05/08/2012, 19:37 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Larangan menggunakan BBM non-subsidi bagi mobil dan motor dinas membuat para pejabat Kota Probolinggo, Jawa Timur, memutar otak untuk menekan penggunaan anggaran perjalan dinas (Perdin).

Wakil Wali Kota Probolinggo, Bandyk Soetrisno, mengimbau pejabat untuk lebih selektif dalam melakukan perjalanan dinas. Para pejabat dan PNS diminta tidak mudah bepergian menghadiri undangan dinas bila dirasa tidak perlu. Selain itu, para pejabat disarankan tidak bepergian dengan mobil sendiri, tapi berombongan.

"Contohnya, bila ada sejumlah pejabat yang diundang ke luar kota untuk rapat di Provinsi atau di tempat lain dengan tujuan sama, sebaiknya menggunakan satu mobil, jangan bawa mobil sendiri-sendiri, Pertamax-nya kan bisa urunan. Jadi, penghematan dan efisiensi tak hanya di bibir," ujar Bandyk, Minggu (5/8/2012).

Bandyk juga mewanti-wanti PNS agar kebijakan menggunakan Pertamax tidak dijadikan alasan untuk menghindari tugas. "Jangan sampai itu terjadi. Para PNS kinerjanya tetap akan dipantau," imbuhnya.

Adapun anggaran perjalanan dinas tidak ditambah kendati harga Pertamax jauh lebih mahal dari premium. Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset, Imam Suwoko, memastikan tak ada penambahan anggaran Perdin sepeserpun untuk tiap satker.

"Karenanya, satker harus pintar-pintar mengelola anggaran. Kalau tahun depan, anggaran Perdin kemungkinan dievaluasi dan ada perubahan. Meski bakal ada perubahan, semangatnya tetap efisiensi dan penghematan," terangnya.

Di Kota Probolinggo ada 100 lebih mobil dinas, 50-an unit motor Tosa (roda tiga), dan 500 lebih motor dinas. Ketua Komisi A DPRD As'ad Anshari, meminta masyarakat memantau kendaraan dinas tersebut. Sebab, tak ada sanksi bagi PNS yang membeli BBM bersubsidi untuk kendaraan dinasnya, selain sanksi moral.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X