Kompas.com - 03/08/2012, 15:32 WIB
Penulis Adri Prima
|
EditorAna Shofiana Syatiri

Jakarta, KOMPAS.com - Ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia yang beralamat di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2012). Dalam orasinya, para demonstran mengecam keras pembunuhan kaum minoritas muslim di Rohingya, Myanmar. Sejak Juni lalu, korban dari pihak muslim mencapai 20 ribu orang.

"Dimana kalian yang selama ini menyuarakan HAM? Dimana kalian saat umat muslim Myanmar dibunuh," teriak seorang orator.

Mereka juga menyatakan kekecewaan terhadap tokoh visioner Myanmar, Aung San Suu Kyi.

"Dimana dia saat korban muslim terus berjatuhan," tambahnya.

Para demonstran juga membawa atribut serta spanduk yang bertuliskan 'Kami tidak rela saudara muslim kami dibantai'. Pantauan Kompas.com, sekitar pukul 14.30 WIB, lalu lintas di jalan Agus Salim terlihat macet dari arah Imam Bonjol menuju Sabang.

Sekitar seratus anggota Kepolisian yang tergabung dari satuan Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat mengawal unjuk rasa tersebut. Meski begitu, unjuk rasa berlangsung tertib.

Seperti yang sudah ramai diberitakan, kaum muslim di wilayah Rakhine, Rohingya Myanmar mengalami berbagai kekerasan bahkan pembunuhan oleh kelompok ekstrimis Budha. Situasi tersebut semakin parah saat Pemerintah Myanmar terkesan acuh terhadap peristiwa tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.