Kompas.com - 01/08/2012, 03:01 WIB
|
EditorAsep Candra

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan  telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus calo penerimaan calon siswa (Casis) Polri di Sekolah Perpolisian Nasional (SPN). Dalam kasus ini, ditetapkan tiga orang tersangka dengan barang bukti uang tunai Rp 260 juta.

Kepala Bidang Hubungan Masyrakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Chevy Ahmad Sopari yang dikonfirmasi Selasa (31/07/2012) membenarkan pihaknya telah mengirim SPDP untuk tiga orang tersangka. Namun untuk sementara, ketiganya tengah meringkuk di sel tahanan Polda Sulsel menunggu proses persidanganya di mulai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

"Kita sudah kirim SPDP ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Jadi sekarang, penyidik sementara perampungan berkas tersangka. Selain itu juga, kita masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa lagi pelaku suap lainnya dalam kasus ini," kata Chevy.

Chevy menegaskan, dalam kasus ini para tersangka dijerat pasal 5 dan 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang grafitikasi atau penyuapan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulselbar, Chaerul Amir mengatakan, pihaknya telah menerima SPDP dua anggota polisi dan seorang pegawai sipil Polda Sulsel yang menjadi tersangka pada penyelenggaraan penerimaan casis Polri.

"Usai menerima surat itu, kejaksaan langsung menunjuk sejumlah jaksa yang bakal menangani kasus tersebut. Adapun jaksa yang ditunjuk sebagai jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara suap ratusan juta rupiah adalah Kepala Seksi Penuntutan Kejati Sulsel Muhammad Ahsan Thamrin dan jaksa koordinator Izamsan," terang Chaerul.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, ketiga tersangka masing-masing Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Sumiono, seorang aparat berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) berinisial S dan seorang Pengawai Negeri Sipil (PNS) Polda Sulsel berinisial I tertangkap menerima suap penerimaan casis Polri, Minggu (22/07/2012).

Dari pengungkapan kasus itu, petugas dari Dirpropam dan Dirreskrimsus menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 260 juta. Uang tersebut disita dari tangan Aiptu I senilai Rp 130 juta dan seorang PNS itu senilai Rp 130 juta saat dibawa ke rumah AKP Bambang Sumiono yang bertugas sebagai staf Biro Personalia Polda Sulsel.

Kasus tersebut terungkap dari didapatinya seorang calon siswa (casis) Polri yang mengikuti tes dengan kunci jawaban. Dari hasil temuan itu petugas melakukan pengembangan, dan pada akhirnya terungkaplah aksi Bambang Sumiono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.