Kompas.com - 01/08/2012, 02:18 WIB
|
EditorAsep Candra

MAKASSAR, KOMPAS.com - Meski telah mendapat himbauan untuk tidak berjualan selama bulan suci Ramadhan, para pedagang minuman keras (miras) di kota Makassar membandel. Alhasil, aparat kepolisian dari Polsekta Tamalate mengambil tindakan tegas dengan menyita ribuan botol miras dari sebuah toko di Jl Mallengkeri, Makassar, Selasa (31/07/2012).

Sebanyak 2.300 botol miras berbagai jenis terpaksa disita oleh aparat kepolisian untuk mengantisipasi adanya gejolak di masyarakat. Saat disita, pemilik toko Riswan (24) hanya bisa pasrah barang dagangannya disita polisi. Bahkan, Riswan pun dan tiga orang pembelinya sempat menjalani pemeriksaan di markas Polsekta Tamalate.

Kepala Polsekta Tamalate, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suaeb A Madjid yang ditemui di kantornya menjelaskan, setelah mendapat informasi dari warga, polisi langsung mendatangi toko miras tersebut. Ternyata, informasi tersebut benar adanya transaksi miras.

"Sesuai dengan SK Walikota Makassar, dilarang berjualan miras selama bulan ramadan. Biarpun dia mengantongi izin penjualan, tetap dia bersalah karena melanggar peraturan pemerintah. Kita juga menghindari adanya aksi kelompok masyarakat terkait penjualan miras tersebut," ujar mantan Kanit Resmob Polrestabes Makassar ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.