Kompas.com - 27/07/2012, 23:22 WIB
|
EditorFarid Assifa

PAREPARE, KOMPAS. com -- Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan (PKPK) Kota Parepare, melakukan inspeksi mendadak di pasar Lakessi, Kota Parepare, Jumat (27/7/2012).

Hasilnya, Dinas PKPK menemukan daging sapi dan ayam yang mengandung formalin. Tidak hanya itu, sejumlah ikan yang dijual di pasar tersebut juga terindikasi berformalin. Komoditas tersebut langsung disita petugas Dinas PKPK.

"Kita menyita daging ayam karena telah berubah warna, meski uji formalinnya negatif. Selain itu, kita juga menyita daging sapi karena berubah warna dan konsistensi. Pada ginjal dan usus kita juga menemukan kandungan formalin," kata Yulianti Hatta, dokter hewan dari Dinas PKPK.

Penemuan daging berformalin tersebut setelah tim dari Dinas PKPK melakukan uji organoleptik, yaitu pengujian indera yang digabungkan meliputi warna, rasa dan tekstur terhadap kualitas komoditas pertanian dan makanan.

Daging berformalin itu ditemukan di dua penjual. Kini, semuanya disita dan dimusnahkan di lokasi. "Pedagang yang produknya positif berformalin, statusnya dalam pengawasan. (Keduanya, red) akan diuji kembali, tetapi waktunya diacak," ungkapnya.

Selain ayam dan daging, tim dari Dinas PKPK juga menemukan zat formalin dalam daging ikan. Namun, persentasinya sangat sedikit. Kemungkinan, kata Kepala Dinas PKPK Damilah Husain, formalin masik ke tubuh ikan melalui air.

"Ini (ikan berformalin, red) bukan kesalahan pedagang. Berbeda dengan daging yang formalinnya banyak tepat di limpa dan usus," kata Damilah yang juga turut dalam sidak tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X