Dahlan Iskan Pesan 1.000 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Hampa

Kompas.com - 25/07/2012, 22:41 WIB
|
EditorTri Wahono

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, setelah mendengar ada seorang yang hanya lulusan Sekolah Dasar, warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, berhasil menciptakan generator listrik tanpa bahan bakar yang diberi nama Pembagkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH), langsung memesan 1.000 unit untuk dipakai di rumahnya di Surabaya dan untuk warga pulau Bawean, Jawa Timur.

Generator listrik tersebut adalah karya Slamet Haryanto (51) alias Embing, seorang tukang servis dinamo yang tinggal di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ayah tiga anak itu, membuat generator listrik dengan memanfaatkan karbon padat yang dihasilkan dari pembakaran batok kelapa hingga menjadi abu.

Karbon tersebut kemudian dipasang di panel-panel kaca yang kemudian dihubungkan dengan aki, trafo dan kapasitor. Adapun prinsip kerjanya, yaitu menyimpan energi untuk diubah jadi daya listrik.

Menurut Slamet, selain Dahlan Iskan juga memesan hasil karyanya, juga siap akan membantu untuk mengurus surat izinnya hak paten PLTH agar tidak ditiru atau dibajak orang lain.

"Saya cukup berterima kasih pada Pak Dahlan Iskan karena beliau bilang siap membantu pematenan karya saya ini. Dalam waktu dekat Pak Dahlan akan datang ke sini," aku Slamet, Rabu (25/7/2012) malam.

Dahlan Iskan memesan karya Slamet dan siap membantu mengurus izin hak paten itu kata Slamet, setelah Dahlan Iskan menelpon langsung Slamet. "Pada hari Senin (23/7/2012) lalu, saya ditelepon langsung pak Dahlan Iskan," akunya.

Bahkan Dahlan Iskan sudah meminta nomor rekening Slamet untuk pemesanan 1.000 unit generator tersebut. "Pak Dahlan pesan satu unit PLTH untuk 10.000 watt atau 10 kilowatt. Itu untuk dipakai di rumahnya sendiri di Surabaya. Lainnya akan dipasang di pulau Bawean yang selama ini listrik tidak masuk," katanya.

Selain Dahlan Iskan yang memesannya, Bupati Malang, Rendra Krisna juga memesannya, untuk digunakan di pendapa Kabupaten Malang. "Bahkan Pak Bupati memesan lebih banyak lagi untuk dipakai di seluruh Kantor Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang," katanya.

Sementara itu aku Slamet, Bupati Malang, sudah mendatangi rumah Slamet melihat langsung generator ciptaanya tersebut. "Tadi siang, saya dipanggil ke kantor desa oleh Pak Camat Pujon. Saya dibantu dana sebesar Rp 15 juta untuk membeli alat yang dibutuhkan," katanya Slamet.

Pemberian dana yang diambilkan dari dana hibah tersebut diakui Kepala Desa Ngroto, H Mustafa. Dana tersebut kata Mustafa, diminta untuk dibelikan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat generator untuk ajang uji coba nantinya.

"Semoga dana tersebut lebih bermanfaat untuk pengembangan karya Pak Slamet ini," harap Mustafa yang mengaku juga memesan satu unit karya Slamet itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X