Gempa Simeulue Tergolong Gempa Sesar Naik

Kompas.com - 25/07/2012, 19:21 WIB
|
EditorRusdi Amral

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang berpusat di barat daya Simeulue pada Rabu (25/7/2012) sekitar pukul 07.27 merupakan jenis gempa sesar naik. Gempa ini tidak berada di pertemuan lempeng, tetapi di atas lempeng dan di zona sesar.

"Dilihat dari kedalamannya yang hanya 10 kilometer, ini jenis kegempaan naik. Ini tak terjadi di atas pertemuan antarlempeng seperti gempa besar 2004 lalu. Zona gempa ini berafiliasi dengan struktur di Lempeng Sumatera, bukan di bidang kontak subduksi," ujar Sekretaris Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) Institut Teknologi Bandung, Dr Irwan Meilano, Rabu.

Menurut Irwan, gempa Rabu pagi di Simeulue tersebut terinduksi oleh gempa yang terjadi sebelumnya, terutama gempa Aceh pada Desember 2004 (9,1 SR) dan gempa Nias pada 2005.

"Sesar yang berada di atas lempeng itu teraktivasi dan mengalami pergerakan. Ini karena setelah gempa besar 2004, wilayah sekitar zona subduksi masih terus mengalami deformasi," lanjut dia.

Namun, Irwan belum dapat memastikan sesar apa yang bergerak dan menimbulkan gempa di Simeulue tersebut. "Di sekitar kepulauan tersebut ada Sesar Sumatera, Aceh, dan Sesar Andaman Barat. Untuk memastikannya, perlu dikaji lebih mendalam," tandas dia.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Kepulauan Simeulue, Aceh, Rabu (25/7/2012) pukul 07.27. Satu orang meninggal dan puluhan bangunan rusak dan retak-retak akibat gempa yang berpusat di 24 kilometer barat daya kepulauan tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tak menimbulkan terjadinya tsunami.

Bangunan-bangunan yang rusak di antaranya puskesmas, rumah ibadah, kantor pemerintah, dan sejumlah bangunan sekolah. Diperkirakan secara keseluruhan ada puluhan bangunan.

Gedung sekolah yang rusak, di antaranya, MTsN Kampung Air, SMP Negeri 1 Kampung Air, dan gedung SMA Negeri 1 Simeulue Tengah. Sebuah rumah dinas dokter di dekat Puskesmas Simeulue Tengah plafonnya jebol dan miring. Di Kecamatan Salang, sebuah kubah masjid miring dan retak, demikian pula dengan sebuah puskesmas yang tak jauh dari masjid tersebut.

Satu orang warga meninggal dunia akibat gempa tersebut, bernama Abdul Hadi (70), tinggal di Taupa Barat, Simeulue. Kakek tersebut meninggal dunia beberapa saat seusai gempa. Diduga dia kaget saat gempa mengguncang. Menurut penuturan warga sekitar, Abdul Hadi mengalami serangan darah tinggi yang dipicu oleh kekagetan tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

Gempa tersebut merupakan gempa terbesar yang dirasakan warga setempat sejak getaran gempa berkekuatan 8,5 SR yang terjadi di Aceh pada 11 April 2012. Setelah gempa 11 April lalu hingga Juli ini, beberapa kali terjadi gempa di Simeulue, tetapi tak ada yang mencapai kisaran di atas 6 SR. 

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Sumsel Bertambah 59 Orang dalam Sehari, Lab Palembang Kewalahan

Kasus Covid-19 di Sumsel Bertambah 59 Orang dalam Sehari, Lab Palembang Kewalahan

Regional
Polisi Duga Ada Kelalaian dari Terbaliknya Perahu Ziarah di Ogan Ilir yang Tewaskan 4 Guru

Polisi Duga Ada Kelalaian dari Terbaliknya Perahu Ziarah di Ogan Ilir yang Tewaskan 4 Guru

Regional
Tangis Orangtua Korban Perahu Terbalik di Ogan Ilir: Dia Anak Tunggal, Pergi Ziarah Tak Pamit...

Tangis Orangtua Korban Perahu Terbalik di Ogan Ilir: Dia Anak Tunggal, Pergi Ziarah Tak Pamit...

Regional
Fakta Guru Cabuli Murid 4 Tahun, Berawal dari Medsos dan Ancaman Sebar Foto Tanpa Busana

Fakta Guru Cabuli Murid 4 Tahun, Berawal dari Medsos dan Ancaman Sebar Foto Tanpa Busana

Regional
[POPULER NUSANTARA] Nekat Curi Ponsel di Ruang Isolasi Covid-19 | Viral Video Bahar Bin Smith di Nusakambangan

[POPULER NUSANTARA] Nekat Curi Ponsel di Ruang Isolasi Covid-19 | Viral Video Bahar Bin Smith di Nusakambangan

Regional
Wagub Kaltim Klaim Siap Terapkan New Normal

Wagub Kaltim Klaim Siap Terapkan New Normal

Regional
4 Guru Honorer Tewas Tenggelam Saat Perahu yang Ditumpangi Terbalik, Ini Kronologinya

4 Guru Honorer Tewas Tenggelam Saat Perahu yang Ditumpangi Terbalik, Ini Kronologinya

Regional
Fakta Maling Tak Sadar Masuk Ruang Isolasi Corona, Terekam CCTV hingga Curi 2 Ponsel

Fakta Maling Tak Sadar Masuk Ruang Isolasi Corona, Terekam CCTV hingga Curi 2 Ponsel

Regional
Perahu Terbalik saat Hendak Ziarah, 4 Guru Honorer di Ogan Ilir Tewas Tenggelam

Perahu Terbalik saat Hendak Ziarah, 4 Guru Honorer di Ogan Ilir Tewas Tenggelam

Regional
Terseret Banjir Masuk Gorong-gorong, Bocah 10 Tahun Tewas

Terseret Banjir Masuk Gorong-gorong, Bocah 10 Tahun Tewas

Regional
Kabar Baik, Dua Hari Jumlah Pasien Positif Covid-19 di DIY Tak Bertambah, Ini Penjelasannya

Kabar Baik, Dua Hari Jumlah Pasien Positif Covid-19 di DIY Tak Bertambah, Ini Penjelasannya

Regional
Main Air saat Banjir, Seorang Remaja Terpeleset dan Tenggelam di Parit

Main Air saat Banjir, Seorang Remaja Terpeleset dan Tenggelam di Parit

Regional
'Saya Memilih Berhadapan dengan Virus Ini, daripada Masyarakat Mati Kelaparan'

"Saya Memilih Berhadapan dengan Virus Ini, daripada Masyarakat Mati Kelaparan"

Regional
Klaster Covid-19 di Bondowoso Diubah Jadi Kampung Tangguh

Klaster Covid-19 di Bondowoso Diubah Jadi Kampung Tangguh

Regional
3.750 Rumah hingga Kantor Kecamatan di Cilacap Terendam Banjir Rob

3.750 Rumah hingga Kantor Kecamatan di Cilacap Terendam Banjir Rob

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X