Kompas.com - 25/07/2012, 14:59 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDUNG, KOMPAS.com — Menyusul mogok produksi di Sentra Kerajinan Tahu Cibuntu, Kota Bandung, Jawa Barat, pedagang kedelai juga mengalami imbas dari berhentinya aktivitas para perajin tahu. Penjualan menyusut drastis hingga 90 persen.

Hal itu diakui Dani Talar, pemilik toko kedelai yang berada di dalam lingkungan Cibuntu, saat ditemui hari Rabu (25/7/2012). Pada hari itu, Cibuntu berhenti beraktivitas menyusul gerakan mogok produksi yang menjadi inisiatif dari Pusat Koperasi Perajin Tempe Tahu Indonesia karena memprotes kenaikan harga kedelai yang membubung tinggi.

Dani mengatakan, penjualan kedelai merosot sejak gerakan mogok produksi diberlakukan. Setiap hari, dia bisa mengeluarkan 2 ton kedelai. Namun, hari ini saja dia hanya menjual 200 kilogram.

"Kemungkinan ada perajin yang membeli untuk menyimpan saja, sewaktu-waktu diproduksi bila keadaan memaksa," kata Dani.

Terlepas dari kondisi tersebut, Dani malah setuju dengan mogok produksi yang dilakukan para perajin. Dia mengatakan, keberadaan penjual kedelai tidak bisa dilepaskan dari peran perajin hingga pedagang tahu di pasaran. Lonjakan harga kedelai, ungkap Dani, membuat perajin kian terjepit karena keuntungan yang didapatkan kian menipis, sementara mereka tidak bisa seenaknya menaikkan harga karena pembeli akan menolaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.