Kompas.com - 24/07/2012, 07:47 WIB
EditorI Made Asdhiana

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah tembok sepanjang 800 meter yang dipenuhi oleh sekitar 15.000 tanaman dari 150 jenis tumbuhan berbeda dari penujuru dunia. Membuat dinding tersebut bagaikan sebuah tembok vegetal. Semua serba hijau, yang lucunya, karya vegetal serba hijau ini memang olahan dari seorang ahli botani yang nyentrik, Patrick Blanc, karena rambutnya yang selalu dicat hijau.

Biaya masuk ke museum ini juga sangat adil. Bagi para pengajar, pelajar dibawah usia delapan belas tahun, bekas prajurit perang, pengangguran, mereka boleh masuk secara gratis! Tentunya dengan kartu atau surat penyataan. Dan bagi semua publik, setiap minggu pertama awal bulan, mereka berhak untuk masuk secara gratis. Menarik sekali kan?

Museum adalah bagian kebudayaan yang sangat penting bagi orang Perancis, karena itu jangan heran bila melihat antrean masuk di setiap museum khususnya hari minggu selalu panjang.

Saat gedung utama museum saya masuki, bangga sekali diri ini. Karena sebuah patung besar menjulang gagah dipamerkan kepada umum, berasal dari Indonesia. Dan bagian kaca di tengah sebelum menyerahkan tiket karcis kepada petugas, penuh dengan alat musik tradisional, dimana, instrumen dari beberapa daerah di Indonesia, terdapat di dalamnya. Istilahnya pengenalan pertama untuk museum itu, Indonesia sudah memberikan keindahan kepada para pengunjungnya.

Menuju bagian utama dari pameran koleksi tetap, lorong yang membawa langkah kita adalah sebuah sungai kata. Dinamakan seperti itu karena, sepanjang perjalanan, kata-kata tersebar, berserakan, mengalir bagaikan aliran air sungai. Sensasi yang sangat ingat dulu saat pertama kali membawa Adam ke sini, dia sibuk mencoba berkejaran dengan kata agar dapat membacanya.

Barulah kemudian, kita memasuki bagian utama dari pameran koleksi tetap. Di sini pengunjung dipersilahkan memilih mana yang ingin dilihat, atau bisa juga menyusuri tapak petunjuk agar bisa melihat satu persatu secara berurut, semua benda budaya dari empat  benua yang ditawarkan.

Jujur saja, saya merasa interior museum ini menjadi lebih menarik setelah saya datangi untuk yang kedua kalinya. Hanya yang kerap saya sayangkan setiap kali berkunjung ke museum di Paris adalah penerangan secara tertulisnya kadang hanya menggunakan bahasa Perancis. Untung saya mengerti bahasa setempat. Tapi jangan khawatir, bagi turis asing, mereka bisa meminta audio guide (panduan pendengaran). Jangan berharap bahasa Indonesia bisa kita dapatkan, tapi paling tidak bahasa Inggris selalu terdapat di dalamnya.

Anda boleh percaya atau tidak kepada saya, tapi bila kita menggemari sejarah budaya, bertatapan dengan obyek yang tak pernah kita lihat secara dekat, selalu membuat diri ini tercengang. Karena, fungsi dari setiap benda, rasanya tak pernah terlintas dibenak. Tak hanya hanya indah, namun juga, bagi kita yang saat ini terbiasa dengan serba serbi canggih, rasanya dibuat heran, dengan satu benda yang bisa berfungsi layaknya benda yang kita gunakan sehari-hari.

Hanya bedanya, peninggalan budaya yang dipamerkan itu begitu rumit terlihat dan buatan tangan, sementara yang kita gunakan keluaran mesin, simpel tak indah namun memang sangat praktis dari segi fungsinya.

Benda yang kita tatap, memiliki cerita dibelakangnya, dan itulah yang selalu membuat saya merasa semakin kaya secara wawasan. Ahhh... akhirnya tubuh ini masuk juga ke dalam ruangan dimana benda-benda dari tanah air terpajang begitu indah. Beberapa nisan yang digunakan dari daerah Sumbawa membuka daerah ruang Indonesia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.