Kalbar Tidak Peroleh Bagi Hasil Pajak Minyak Sawit

Kompas.com - 21/07/2012, 03:22 WIB
Editor

PONTIANAK, KOMPAS - Kalimantan Barat memiliki luas perkebunan kelapa sawit sekitar 1 juta hektar dengan produksi minyak sawit mentah mencapai 1 juta ton per tahun. Namun, sampai saat ini, Kalbar tidak mendapatkan bagi hasil pajak ekspor minyak kelapa sawit mentah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura, Pontianak, Edi Suratman, Kamis (19/7), mengatakan, pemerintah pusat harus didorong merevisi cara penghitungan bagi hasil pajak ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO). ”Dulu ada beberapa provinsi meminta luas laut juga dihitung sebagai variabel penghitungan dana alokasi umum. Tuntutan itu kemudian dipenuhi. Kalbar seharusnya mengintensifkan lobi ke pemerintah pusat agar ada revisi penghitungan dana bagi hasil,” kata Edi.

Selama ini dana bagi hasil diberikan berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. ”Revisi UU Nomor 33/2004 masih mungkin dilakukan, dan Kalbar bisa mengambil peluang itu untuk mendapatkan dana bagi hasil pajak ekspor komoditas CPO,” kata Edi.

Tidak adanya dana bagi hasil CPO untuk Kalbar karena tak ada pelabuhan internasional di Kalbar. Selama ini, CPO asal Kalbar harus dikirim dulu ke beberapa pelabuhan internasional di Pulau Jawa dan Sumatera, baru diekspor. Akibatnya, CPO dicatat sebagai hasil dari provinsi yang memiliki pelabuhan internasional itu. Dengan demikian, provinsi tersebut menikmati dana bagi hasil ekspor CPO.

Kepala Bappeda Kalbar Robert Nusanto mengatakan, pelabuhan internasional adalah salah satu kebutuhan mendesak yang sedang diajukan realisasinya ke pemerintah pusat. Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Koordinator Wilayah Kalbar Muda Mahendrawan mengatakan, pendapatan dari sektor perkebunan yang diperoleh pemerintah kabupaten juga sangat minim. Padahal, harus menanggung kerusakan infrastruktur jalan yang dilalui truk tangki pengangkut CPO. (aha)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.