Beredar Foto Layangan Maut Pembunuh Bocah di Bali - Kompas.com

Beredar Foto Layangan Maut Pembunuh Bocah di Bali

Kompas.com - 17/07/2012, 05:27 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Sehari pasca-kematian tragis Gede Yudis Sastrawan, bocah 8 tahun yang tewas setelah tertimpa layangan raksasa saat Festival Layang-Layang di Pantai Padang Galak, Denpasar, Minggu (15/7/2012) lalu, foto detik-detik saat layangan maut tersebut jatuh pun beredar.

Seperti yang ditampilkan melalui Blackberry Messenger ini, tampak sebuah layang-layang raksasa jenis bebean jatuh menukik menimpa sejumlah penonton.

Keaslian foto masih belum diketahui karena sampai saat ini penyebar pertama foto tersebut juga belum diketahui. Layangan yang berukuran sekitar 8 x 5 meter itu diduga jatuh akibat minimnya angin.

Sejak hari pertama pada Jumat lalu, puluhan layangan raksasa yang diterbangkan untuk mengikuti lomba juga mengalami kendala minimnya angin sehingga saling bergantian jatuh ke bibir Pantai Padang Galak.

Aparat Polsek Denpasar Timur sampai saat ini masih menyelidiki kasus tewasnya bocah malang tersebut.

"Lima saksi dari penonton dan warga sedang kami periksa. Panitia belum. Penyelidikan masih berlanjut," ujar Kepala Polsek Denpasar Timur Ajun Komisaris Wayan Parwata, Senin (16/7/2012).

Seperti diberitakan, festival layang-layang di Pantai Padang Galak, Denpasar, yang digelar selama 3 hari, mulai Jumat (13/7/2012) hingga Minggu lalu berujung musibah. Gede Yudis Sastrawan, bocah 8 tahun yang menonton festival layang-layang bersama ibunya, tertimpa layangan bebean dan meninggal setelah sempat dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar.


EditorBenny N Joewono

Terkini Lainnya

Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

Nasional
AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

Internasional
Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

Nasional
Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional

Close Ads X