Bayi Lahir Tanpa Lengan dan Kaki

Kompas.com - 13/07/2012, 14:15 WIB
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com Tetes air mata Mailah (33) tidak tertahan saat melihat bayinya yang dilahirkan dengan cara operasi caesar lima hari lalu di Rumah Sakit Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, Jawa Timur, dalam keadaan tanpa lengan dan kaki.

Istri Muntaha (35) yang merupakan warga Dusun Kadungdung, Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, ini tidak mengira kalau anaknya yang ketiga ini terlahir cacat.

Ditemui Kompas.com di rumahnya, Jumat (13/7/2012), Mailah terlihat tegar. Dia menceritakan awal kehamilan hingga melahirkan sang jabang bayi. "Saya rajin periksa ke bidan, makan sayuran dan makan nasi seperti halnya yang saya lakukan saat mengandung anak pertama dan kedua," kata Mailah lirih.

Hingga menjelang kelahiran, Mailah masih tidak merasakan adanya kelainan terhadap bayi yang dikandungnya. "Kata bidan, bayi saya sehat," imbuhnya. Saat tiba hari melahirkan, Mailah mengalami kesulitan hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani bedah.

"Saya khawatir seperti anak pertama yang meninggal dalam kandungan saat proses melahirkan. Makanya, saya putuskan untuk operasi menggunakan Jamkesmas," kata Muntaha, suami Mailah.

Operasi caesar berjalan lancar dan bayi selamat. Namun, perawat rumah sakit masih merahasiakan kondisi tubuh bayi yang cacat itu. Alasannya, ibu bayi takut shock dan bisa menyebabkan pendarahan. "Saya baru tahu setelah tiga hari di rumah sakit. Pertama, saya diberitahui suami kalau anak saya cacat," ungkap Mailah.

Muntaha sendiri jauh-jauh hari sudah memiliki firasat kurang baik terkait kelahiran anaknya itu. "Lima bulan sebelum melahirkan, saya bermimpi menangkap seekor hewan mirip kucing, tetapi tidak ada kaki dan tangannya. Yang ada hanya kepalanya saja," tutur Muntaha.

Sejak mimpi itu datang, Muntaha selalu berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya. Sebab, ada kepercayaan yang dia yakini, kalau orang tuanya melakukan hal-hal yang kurang baik, akan berdampak kepada bayi yang dikandung. Pria yang juga bekerja serabutan ini menambahkan, mimpi itu tidak diceritakan kepada istrinya. Sebab, dia khawatir istrinya akan berpikir hal-hal yang negatif. "Ternyata mimpi itu ada kaitannya dengan kondisi anak saya," ucapnya lirih.

Meskipun terlahir dalam keadaan cacat, bayi laki-laki seberat 2,5 kilogram itu tetap akan dirawat hingga dewasa. "Karena ini adalah darah daging saya sendiri dan amanat kepada kami berdua, maka kami akan merawatnya hingga dewasa," kata Muntaha.

Kondisi keluarga Muntaha tergolong miskin. Rumahnya berukuran 6 x 4 meter, dihuni bersama orangtuanya yang sudah sepuh. Di depan rumah Muntaha berdiri kandang sapi. Namun, sapi itu milik orang lain yang dirawat Muntaha. "Kami berharap kepada pemerintah dan masyarakat agar bisa membantu keluarga ini. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya sangat miskin," kata Mafruhah, tetangga Mailah yang datang menjenguk bayi malang itu.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X