Kompas.com - 10/07/2012, 23:35 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Timor Tengah Utara, Donatus Kolo, nyaris dihakim massa, Selasa (10/7/2012). Aksi ini bermula ketika dirinya memberikan penjelasan kepada massa bahwa Ketua DPRD tidak berkantor karena sedang menghadiri pesta di Mena.

Aksi ini dipicu ketika massa Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda), menuntut agar ketua DPRD TTU, Robertus Nailiu, harus menerima mereka untuk menggelar dialog bersama, sesuai janji yang sudah disepakati Senin kemarin. Namun setelah menunggu lama di pintu masuk menuju gedung DPR, ternyata Sekwan Don Kolo, yang menemui mereka dan menjelaskan kalau ketua DPR sudah meninggalkan kantor, dan pergi menghadiri sebuah acara keagamaan di Kecamatan Biboki Anleu.

"Pak ketua tadi pagi ada di kantor. Namun pada jam 10 tadi, beliau harus bersiap-siap bersama rombongan untuk menghadiri undangan 25 tahun pesta Imamat di Mena, Kecamatan Biboki Anleu," kata Kolo, Selasa (10/7).

Mendengar penjelasan itu, sontak massa geram berusaha menghakimi Sekwan, namun kericuhan itu dapat dihalau polisi. Kerena tak puas, massa kemudian menghujat dan mencaci maki. Massa juga kemudian menolak untuk tidak menerima penjelasannya, karena kedatangan mereka untuk menemui Ketua DPR bukan untuk menemui Sekwan.

Ketua umum Garda, Agustinus Tulasi, di sela-sela aksi menyatakan sikap ketua DPRD TTU, dinilai tidak merakyat dan masa bodoh. Di tengah-tengah masyarakat TTU sedang dihadapkan dengan persoalan hukum yang luar biasa bobotnya, dan berpotensi terjadinya pertumpahan darah di daerah ini, lucunya seorang ketua memilih menghindari tanggungjawab besar ini hanya untuk mau berpesta pora.

"Ini tidak bisa dikatakan sebagai wakil rakyat, dan ketua DPR sudah tidak pro rakyat lagi. Dia lebih memilih berkolaborasi kepentingan dengan penguasa sekarang. Padahal dia sudah bersepakat bersama dengan Garda hari ini akan diadakan dialog bersama, tapi kok hari ini dia lebih memilih pesta di Mena," kesalnya.

Ia menambahkan, sikap Garda menolak penjelasan Sekwan adalah sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap sikap ketua DPR yang telah membohongi masyarakat. Padahal sebelumnya ketua DPRD telah berjanji akan menggelar pertemuan bersama Garda dan seluruh pimpinan fraksi yang ada di DPRD untuk menggelar paripurna.

"Kami ke sini bukan untuk berdialog dengan Sekwan. Apa kapasitas Sekwan dalam urusan ini? Apakah dia punya kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sifat strategis, dengan mengatasnamakan lembaga dewan? Jangan-jangan ketua DPR sudah membangun konspirasi dengan penguasa saat ini, sehingga berusaha kabur dari janjinya.

"Jika benar yang terjadi demikian maka mereka telah bersekongkol melacuri nilai-nilai hukum yang tumbuh di daerah ini. Perjuangan Garda akan berakhir manakala DPR harus rapat paripurna untuk nonaktifkan bupati dan wakil bupati," tegas Tulasi.

Sementara Sekretaris Garda, Wilem Oki, menyatakan sangat kecewa dengan perilaku ketua DPR yang dinilai cukup aneh. Di saat masyarakatnya berada dalam sebuah persoalan yang sangat serius, malah dirinya memilih mengutamakan pesta.

Dia menilai Nailiu tidak serius dan komitmen dalam mengatasi masalah ini. "Lebih parah lagi ternyata setelah dihimpun informasi di lokasi pesta, ternyata Nailiu tidak berada di tempat pesta. Dan dia telah menipu publik.

"Kalau tidak mau bertemu rakyat mu jangan tipu, dan Jangan pake cara seperti itu, karena sikap seorang ketua yang menunjukan perilaku seperti ini, secara langsung telah menjatuhkan lembaga DPR di mata masyakat sendiri. Apapun konsekuensi mari kita bicarakan, mau hitam ya hitam, mau putih ya putih," tandasnya.

Sementara Ketua DPRD TTU, Robertus Nailiu, yang dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya sedang tidak aktif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.