Kompas.com - 09/07/2012, 20:40 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Gara-gara alat pengeras suara (mik) mati saat audiensi di gedung DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), massa dari Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda) marah-marah, Senin (9/7/2012). Suasana dialog massa Garda dengan ketua dan anggota DPRD TTU pun ricuh.

Audiensi Garda itu adalah mendesak DPRD agar segera menonaktifkan Bupati TTU Raymundus Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes pasca-diterbitkannya putusan Mahkamah Agung yang membatalkan Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum Daerah TTU Nomor 18 dan 19 tentang penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati serta penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2010.

Namun saat kedua belah pihak serius berdialog, tiba-tiba mik mati. Hal itu memicu kemarahan dari peserta audiensi. Sekretaris Garda Willem Oki menuding matinya mik adalah salah satu ketidakseriusan anggota DPRD dalam menerima aspirasi rakyat.

Sementara Ketua DPRD TTU Robertus V Nailiu mengatakan, macetnya alat pengeras suara di ruang sidang bukan karena disengaja. Melainkan, massa dari Garda tidak mengirimkan surat pemberitahuan audiensi terlebih dulu ke DPRD sehingga tidak ada persiapan dari pegawai di DPRD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.