Pemukul Irwandi Mengaku Sakit Hati

Kompas.com - 28/06/2012, 19:27 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - M alias K (47), tersangka pelaku pemukulan terhadap mantan gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku kalau dirinya terlanjur sakit hati terhadap Irwandi Yusuf.

Menurut M, selama Irwandi menjadi gubernur, dirinya tidak pernah mendapat perhatian sesuai dengan yang pernah dijanjikan.

Di markas Polda Aceh, M mengaku kalau dirinya adalah anggota tim sukses saat Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar mencalonkan diri jadi pasangan gubernur dan wakil gubernur tahun 2006 lalu.

"Dulu Irwandi berjanji akan menyelesaikan masalah kami, selaku korban konflik dan rakyat lainnya yang juga menjadi korban termasuk korban tsunami dan anak yatim, tapi masalah itu tidak pernah diselesaikan dan saya sendiri tidak diperhatikan padahal saya anggota tim sukses. Makanya saya sakit hati," jelasnya saat memberi jawaban kepada wartawan di Mapolda Aceh, Kamis (28/6/2012).

M membantah kalau dirinya adalah anggota Partai Aceh. Menurut M, dirinya datang ke Banda Aceh untuk menyaksikan pelantikan gubernur yang baru.

"Saya berharap gubernur baru bisa memperbaiki nasib kami dan saya tidak menyangka sebelumnya ada kejadian pemukulan karena saya berada di luar pagar, tidak bisa masuk karena tidak ada undangan," ungkapnya.

Menurut M, ia melihat orang berkerumun ramai saat pintu pagar terbuka. "Saya lihat Irwandi sedang dipukul orang ramai dan saya pun ikut memukulnya karena saya sakit hati," katanya.

Sementara itu Kapolresta Banda Aceh Kombes Moffan mengatakan, M terbukti bersalah telah melakukan tindakan penganiayaan dan melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan biasa. "Tersangka bisa ditahan selama proses penyidikan," jelas Moffan.

Disebutkan Moffan, antara M dan pelaku pemukulan lainnya tidak berkaitan. "Ini kejadian insidentil, jadi analisanya pelaku tidak ada hubungan dengan yang lain, pelaku diketahui dan ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian," jelas Moffan.

M ditangkap di Banda Aceh sekitar pukuk 20.30 WIB, Rabu (27/6/2012). Tersangka pemukul mantan gubernur ini dimungkinkan bertambah jumlahnya, karena saat insiden terjadi ada banyak orang yang melakukan pemukulan.



Close Ads X