Kompas.com - 20/06/2012, 09:30 WIB
|
EditorPepih Nugraha

PINRANG, KOMPAS.com — Pihak keluarga dan dua siswi korban perkosaan yang hingga kini merasa terpukul dengan kejadian ini mendesak dinas pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, untuk memecat pelaku kekerasan seksual yang tak lain diduga dilakukan oleh kepala sekolah mereka sendiri.

Para keluarga korban menilai tidak pantas seorang pendidik melakukan perbuatan asusila, apalagi terhadap siswinya sendiri. Agar berikutnya korban yang jatuh tidak semakin bertambah, keluarga korban berharap pelaku segera dipecat dari jabatannya.

Laima, salah satu tokoh masyarakat Datae, Pinrang, Sulawesi Selatan, hingga kini masih terpukul atas kasus yang menimpa seorang cucunya. Laima tak kuasa menahan tangis setelah mendapat kabar buruk yang menimpa cucu kesayangannya. Laima mengingatkan polisi agar serius mengusut kasus ini guna memberi keadilan kepada keluarga korban.

"Kalau pelaku seperti ini dibiarkan bertindak seenaknya, jelas akan merusak masa depan generasi anak dan bangsa. Karenanya, polisi harus menunjukkan sikap tegas dan tak pandang bulu mengusut kasus ini agar keluarga korban mendapatkan keadilan," tegas Laima.

Keluarga korban mengaku tak akan bisa tenang sampai pelaku diproses dan dijatuhi hukuman setimpal atas perbuatannya. Keluarga korban berharap agar polisi tak pandang bulu mengusut kasus ini. Meskipun pelakunya tergolong tokoh masyarakat yang disegani warga.

Laima yang semula terbuka pada siapa pun kini menutup diri dan hanya mau ditemui petugas. Bada, salah satu ibu korban perkosaan, juga menuntut sang kepala sekolah segera dilengserkan dari sekolah anaknya. Bada khawatir jika pelaku tetap dipertahankan di sekolah anaknya akan menambah daftar panjang anak yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan pelaku.

Meski pelaku MA yang juga kepala sekolah SMP ternama di Data ditangkap polisi setelah melarikan diri dari rumahnya, Jumat malam pekan lalu, tetapi keluarga korban tak tenang sebelum pelaku mendapat ganjaran hukuman setimpal.

"Saya berharap pemerintah segera memecat pelaku dari sekolah agar tidak jatuh korban berikutnya," ujar bada.

Seperti keluarga korban lainnya. Saat mendengar penturan anaknya, Bada sempat shock mendengar pengakuan korban. Bada seolah tak percaya karena yang menjadi pelaku adalah tokoh masyarakat sekaligus kepala sekolah korban yang masih punya hubungan keluarga dengan korban.

Di tempatnya menyepi untuk menenangkan diri, M, salah satu korban perkosaan kepala sekolah ini, mengutuk perbuatan pelaku. M tak menyangka pelaku tega melakukan perbuatan tak senonoh pada siswinya sendiri. Karenanya, M mendesak kepala sekolahnya itu dicopot dari jabatannya agar tidak memakan korban berikutnya.

MW, korban lainnya yang semula sempat kabur dari rumahnya selama tiga hari karena malu dan trauma jadi korban kekerasan seksual, kini kembali berkumpul bersama keluarganya. Sementara pelaku MA kini ditahan di Mapolres Pinrang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.