Kompas.com - 19/06/2012, 23:12 WIB
|
EditorTri Wahono

PINRANG, KOMPAS.com - Korban perkosaan oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 5, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, MA (48), diduga tidak hanya dua orang. Selain AF (16) dan SNI (15), masih ada korban lainnya.

Safruddin, paman AF, yang ditemui di kediamannya, Selasa (19/6/2012) menjelaskan, pascaterungkapnya pencabulan yang dilakukan MA, ada tiga orang pelajar lainnya yang juga mengaku mendapat pelecehan dari pelaku.

"Hanya saja, tiga siswi tersebut hanya mengaku digeryangi, tidak diperkosa, karena keburu keluar ruangan," ujarnya.

Selaku paman sekaligus wali korban, Safruddin menginginkan pihak berwenang tidak mendiamkan kasus tersebut. Ia meminta kepolisian menghukum pelaku sesuai perbuatannya dan meminta pihak Dinas Pendidikan memberhentikan pelaku sebagai PNS.

"Masa depan anak kami sudah rusak," ujarnya.

Terpisah, Badariah, ibu dari SNI juga meminta pelaku dihukum seberat-beratnya. Anaknya saat ini memilih mengungsi ke rumah pamannya karena trauma.

"Kini SNI berubah jadi pendiam dan tidak mau makan. Sebelumnya ia anak ceria dan mantan ketua OSIS. Saat ini ia juga lolos masuk SMA unggulan namun ia menolak untuk bersekolah kembali," kata Badariah.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Ilyas Ardy mengungkapkan, penyidik telah memanggil lima saksi. Tiga siswa dan dua dari orang tua korban. Terkait dugaan korban yang lebih dari dua, Ilyas mengatakan hingga saat ini belum ada tambahan pelapor dan hanya AF dan SNI saja.

"Tapi, kami masih terus menyelidiki jika saja masih ada tambahan korban. Biasanya siswi seusia mereka malu untuk mengakui," ujar Ardy Ilyas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.