Kompas.com - 18/06/2012, 13:04 WIB
|
EditorFransiskus Sarong

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Kasus korupsi yang melibatkan Wakil Ketua DPRD dan salah satu anggota DPRD di Kabupaten Timor Tengah Utara, diusut tuntas. Total dana yang dikorup senilai RP 250 juta, seharusnya  dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat terutama perbaikan fasilitas gedung sekolah yang rusak.

Direktur Lembaga Advokasi HAM dan korban tindak kekerasan masyarakat Timor Tengah Utara (TTU), Viktor Manbait di Kefamenanu,Senin (18/6/2012) mengatakan, Wakil Ketua DPRD TTU dan seorang rekan anggotanya telah mengakui keterlibatan mereka dalam proyek pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 5 km yang menghubungan Kefamenanu dengan desa Manusasi, di Kecamatan Miomafo Timur.

"Atas dasar pengakuan kepada media tersebut, jaksa TTU dapat mengambil tindakan melakukan pemeriksaan. Jaksa punya tenaga inteligen yang setiap hari bekerja memantau dan mendengarkan informasi dari masyarakat. Sangat disayangkan kalau informasi informasi sudah jelas, tetapi tidak ada tindak lanjut jaksa," kata Manbait.

Penanganan kasus korupsi jangan terkesan "tebang pilih". Masyarakat sudah pandai mengukur kinerja aparat penegak hukum. Jika kasus yang sudah dipublikasikan berulang kali oleh media lokal ini pun didiamkan, maka ke depan, korupsi serupa akan semakin gencar. Para penggemar korupsi tidak segan segan mencuri uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.