Kapal Tenggelam Akibat Banyak Angkut Bahan Bangunan

Kompas.com - 18/06/2012, 03:50 WIB
EditorBenny N Joewono

AMBON, KOMPAS.com - KM Putri Ayu yang tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon-Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, Minggu dinihari, diperkirakan akibat terlalu banyak mengangkut bahan bangunan.

"Saya menyaksikan sendiri begitu banyak material yang diangkut para buruh ke dalam palka KM Putri Ayu, di antaranya besi beton sebanyak 400 staf, di samping ratusan sak semen dan barang lainnya, padahal kondisi kapal kayu ini terlalu kecil," ujar Asriel, seorang warga Buru Selatan saat dijumpai Antara di Pelabuhan Slamet Riyadi, Minggu (17/6/2012) malam.

Asriel mengaku berada di Pelabuhan Slamet Riyadi sejak Sabtu (16/6/2012) siang dan hendak berangkat bersama seorang kerabatnya dengan KM Putri Ayu.

Tetapi karena melihat begitu banyak material bangunan dan barang lainnya diangkut dalam palka kapal kayu tersebut, menyebabkan keduanya mengurungkan niat untuk berangkat denggan kapal itu.


Setelah membatalkan rencana keberangkatan bersama kapal naas itu, Asriel dan kerabatnya berencana berangkat dengan kapal kayu KM. Malona, tetapi juga dibatalkan, karena pertimbangan angin kencang dan gelombang.

"Untung saja kami tidak jadi berangkat dengan kedua kapal itu. KM. Malona yang berangkat hampir bersamaan dengan KM. Putri Ayu pada Sabtu, akhirnya kembali juga ke pelabuhan Slamet Riyadi, karena gelombang tinggi dan angin kencang," ujarnya Asriel.

Asriel juga memperkirakan jumlah penumpang yang berangkat dengan KM Putri Ayu yang tenggelam di perairan sekitar Pulau Tiga, Kecamatan Leihitu Barat (Maluku Tengah), lebih dari 27 orang seperti data yang dikeluarkan Adpel Ambon.

"Saat berangkat dari pelabuhan, kapalnya terlihat sarat dengan penumpang. Jadi kemungkinan penumpangnya lebih dari 27 orang dan kebanyakan yang berangkat tidak membeli tiket pada loket resmi di pelabuhan," katanya.

Dia mengakui, biasanya banyak penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Slamet Riyadi yang dikhususkan melayani pelayaran antarpulau itu, tanpa membeli tiket pada loket di pelabuhan dan baru akan membayar kepada ABK dan nahkoda saat berada di atas kapal karena alasan lebih murah dari harga tiket yang semestinya.

Berdasarkan pantauan, banyak warga Buru Selatan yang datang ke Pelabuhan Slamet Riyadi untuk mengecek perkembangan para korban kapal naas itu.

"Saya sudah berada di pelabuhan sejak Minggu pagi untuk mengetahui perkembangan para korban, di samping mengecek informasi kemungkinan saudara maupun sahabat yang ikut bersama dalam pelayaran KM Putri Ayu," ujar warga Buru Selatan lainnya, Ahmed.

Selain itu, sejumlah penumpang lainnya yang akan merangkat dengan beberapa kapal tujuan Namlea, Pulau Buru, Namrole (Buru Selatan maupun ke beberapa daerah di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), pada Minggu malam, mengaku merasa was-was dan khawatir.

"Mendengar informasi KM Putri Ayu tenggelam membuat kami merasa khawatir dan was-was, apalagi saat ini angin bertiup kencang disertai hujan lebat, sehingga kemungkinan ombak juga akan tinggi," ujar beberapa calon penumpang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Regional
Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Regional
Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X