Tiga PNS Diduga Terlibat Pemalsuan Ijazah - Kompas.com

Tiga PNS Diduga Terlibat Pemalsuan Ijazah

Kompas.com - 11/06/2012, 00:08 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Tiga pegawai negeri sipil diduga terlibat kasus pemalsuan ijazah sarjana Fakultas Pendidikan, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pakuan Bogor, berhasil diamankan Kepolisian Sektor Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Sebagian pelaku kasus ijazah palsu sudah kami amankan, tiga orang berstatus PNS dan satu orang pegawai swasta," kata Kapolsek Limbangan, Kompol Imron Rosadi kepada wartawan, Minggu (10/6/2012).

Pelaku berstatus PNS berinisial ND, AG dan AM, serta satu orang pegawai swasta inisial AR. Ketiga pelaku tersebut, kata Imron, sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan secara intensif selanjutnya.

Selain tiga orang yang diamankan berikut 42 ijazah palsu, kata Imron, dipastikan masih ada pihak lain yang terlibat.

Apalagi berdasarkan pengakuan para pelaku itu, masih ada salah seorang sebagai pelaku utama yang sedang dalam pengejaran polisi.

Para pelaku dalam kasus pemalsuan ijazah ini akan dikenai aturan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 90 Tahun 2003 Pasal 67 ayat 4, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, dan dijerat Pasal 372 dan 278 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Pelaku yang sudah kita amankan ini, selanjutnya akan terus dikembangkan kasusnya, dan kami juga sedang mengejar pelaku utama sindikat pemalsuan ijazah palsu yang masih menjadi buron," kata Imron.

Kasus ijazah palsu ini terungkap, setelah beberapa orang guru kecewa ketika hendak melegalisir ijazah tidak diakui oleh kampus Unpak Bogor, karena dari hasil pemeriksaan dengan alat pengamanan khusus ternyata ijazah tersebut palsu.

Padahal untuk mendapatkan ijazah tersebut, sejumlah guru itu mengaku telah mengikuti perkuliahan jarak jauh yang diselenggarakan di SMAN 13 Garut, Kecamatan Limbangan, tahun 2009.

Setahun kemudian peserta dalam perkuliahan itu mendapatkan ijazah dengan biaya yang harus dikeluarkan, untuk guru lulusan SMA dikenakan tarif sebesar Rp 15 juta, lulusan D-1 dan D-2 mencapai Rp 9,6 juta.

"Agar bisa mendapatkan ijazah itu, para guru harus kuliah terlebih dahulu, kemungkinan cara seperti itu dilakukan agar tidak dicurigai," kata Imron pula.


EditorBenny N Joewono

Terkini Lainnya

Wakil Kadin DKI Jadi Komisaris PT Delta, DPRD Nilai Seharusnya PNS DKI yang Ditunjuk

Wakil Kadin DKI Jadi Komisaris PT Delta, DPRD Nilai Seharusnya PNS DKI yang Ditunjuk

Megapolitan
Wakapolres Trenggalek: Nongol, Babat, Zero-kan Miras di Trenggalek

Wakapolres Trenggalek: Nongol, Babat, Zero-kan Miras di Trenggalek

Regional
Biografi Tokoh Dunia: John Wilkes Booth, Aktor Pembunuh Presiden

Biografi Tokoh Dunia: John Wilkes Booth, Aktor Pembunuh Presiden

Internasional
Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Internasional
Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Nasional
Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Ditabrak Kopaja di Rasuna Said

Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Ditabrak Kopaja di Rasuna Said

Megapolitan
Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Internasional
Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Regional
Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Internasional
PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

Nasional
DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

Megapolitan
Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Megapolitan
Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Nasional
Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Megapolitan
Pria Ini Ikat Anak di Sepeda Motor untuk Diantar ke Sekolah

Pria Ini Ikat Anak di Sepeda Motor untuk Diantar ke Sekolah

Internasional

Close Ads X