Kompas.com - 23/05/2012, 14:59 WIB
EditorAgnes Swetta Pandia

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Komisaris Besar Adang Ginanjar membantah polisi kecolongan dalam menangani aksi mahasiswa -yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau - merusak tugu perhitungan mundur PON Riau, kota Pekanbaru di Jalan Cut Nyak Din hari Rabu (23/5/2012).

Dia mengatakan, mahasiswa telah melanggar aturan dalam berunjuk rasa. "Kami tidak kecolongan. Kami menyangka mahasiswa telah membubarkan diri. Tidak sepantasnya mahasiswa melakukan aksi perusakan seperti itu. Saya akan memanggil seluruh pimpinan BEM yang melakukan aksi itu," kata Adang yang datang ke lokasi seusai aksi perusakan di Tugu PON hari Rabu siang.

Aksi BEM terdiri dari mahasiswa Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau dan Pimpinan Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Riau. Adang mengatakan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban BEM Riau atas aksi perusakan itu. Mahasiswa semestinya memahami aturan dan tidak boleh melakulan perusakan apapun pada bangunan milik publik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X