Kondisi di Pedalaman Seram

Kompas.com - 23/05/2012, 14:14 WIB
|
EditorAgnes Swetta Pandia

AMBON, KOMPAS.com -  Pendidikan di pedalaman Kabupaten Seram Bagian Barat, di Pulau Seram, Maluku, masih memprihatinkan. Terbatasnya jumlah sekolah dan minimnya ketersiadaan tenaga pengajar menjadi warna utama dari keprihatinan tersebut .

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Maluku Suhfi Majid mengatakan hal ini di Ambon, Maluku, Rabu (23/5/2012), usai melakukan kegiatan reses di Seram Bagian Barat sejak tanggal 9 Mei sampai 15 Mei 2012.  

Suhfi memberikan contoh murid-murid usia sekolah dasar di Kampung Gadong, Kecamatan Waesala, Seram Bagian Barat yang harus menggunakan sampan sejauh dua kilometer untuk sekolah di kampung Tiang Bendera, Waesala . Saat ombak tidak bersahabat atau selama musim hujan, mereka terpaksa tidak bisa sekolah.

Di Kampung Gadong sebetulnya pernah ada sekolah khusus untuk anak-anak kelas satu dan dua sekolah dasar. Namun kemudian sekolah ini tidak lagi beroperasi s ejak tahun 2009 atau setelah satu-satunya guru yang mengajar di sana diangkat menjadi pegawai negeri sipil di Tehoru, Maluku Tengah.

Selain di Kampung Gadong, Sekolah Dasar Negeri Rahai di Waesala juga kekurangan guru. Di sekolah itu hanya ada dua tenaga pengajar. Adapun di Tahaluku, Waesala, kondisi sekolah menengah atas di sana memprihatinkan akibat terbatasnya dana saat membangun gedung sekolah. Setiap ruangan kelas yang ideal nya dibangun dengan luas 8x9 meter persegi, karena keterbatasan dana luasnya hanya 6x7 meter persegi.  

Ini semua merupakan problem klasik pendidikan di Seram Bagian Barat, bahkan di Maluku. Pemerintah harus lebih serius dalam mengatasi masalah-masalah yang ada ini, ujarnya.

 

 

 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X