Kompas.com - 22/05/2012, 21:00 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat bertolak ke Ambon, Selasa (22/5/2012) malam, untuk mempelajari berbagai konflik yang terjadi di wilayah itu. Salah satunya bentrokan antarwarga yang terjadi saat peringatan Hari Pattimura ke-195 pertengahan Mei lalu.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin yang menjadi ketua rombongan melalui pesan singkat, Selasa. Tubagus menjelaskan, pihaknya akan bertemu dengan Badan Intelijen Negara di Ambon, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama, Gubernur, Kepala Polda, Pangdam, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Ketua DPRD.

Sebelumnya, Tubagus mengatakan, bentrokan terakhir di Ambon perlu diwaspadai. Menurut dia, ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi di Ambon. "Ada yang mau memanfaatkan situasi, memancing di air keruh," kata politisi PDI Perjuangan itu.

Mantan Sekretaris Militer itu mengaku sudah menerima informasi bahwa akan ada kerusuhan sebelum bentrokan terjadi. Ujungnya, berkaitan dengan kepentingan pilkada akhir tahun ini. Informasi itu, tambahnya, terkait penetapan calon kepala daerah yang sama-sama ingin maju.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.