Akademisi: Elite Jangan Manfaatkan Massa

Kompas.com - 03/05/2012, 18:42 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Maraknya anarki di Lampung dalam sepekan terakhir ini disesali oleh akademisi di Lampung. Para elite politik diminta bersikap dewasa dengan tidak memanfaatkan massa untuk kepentingan pribadinya.

"Masyarakat Lampung, khususnya Mesuji, harus cooling down. Kami imbau pendukung-pendukung (Ismail, Wakil Bupati Mesuji terpilih yang dinonaktifkan Mendagri) jangan terlalu ekstrem. Kita harusnya malu, Lampung kan selama ini dikenal Indonesia mini yang menghargai perbedaan. Kembalikan khitah Lampung yang aman dan damai," ujar Arizka Warganegara, pengamat politik dari Universitas Lampung, Kamis (3/5/2012).

Ia mengatakan, hal ini terkait dengan pembakaran Kantor Bupati di Mesuji hari ini, serta anarki semirip, yaitu perusakan sejumlah Kantor Pemkab Lampung Selatan, Senin (30/4/2012) lalu. Untuk itu, ia meminta polisi bertindak tegas dan tidak gentar menghadapi warga yang anarkistis.

"Bagaimanapun, Kantor (Pemkab) itu kan simbol pemerintahan. Polisi harus bertindak profesional sesuai SOP (prosedur standar operasi)," ujar Wahyu Sasongko, dosen Fakultas Hukum Unila.

Keduanya sependapat perlunya kedewasaan berpolitik dari para elite politik di Lampung. Jangan sampai mereka mengorbankan warga untuk kepentingan politiknya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Regional
2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

Regional
Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Regional
Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

Regional
Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

Regional
Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Regional
Mengenal 'Wong Kalang', Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Mengenal "Wong Kalang", Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Regional
PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

Regional
Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Regional
'Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku'

"Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku"

Regional
Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X