Mimpi Buruk Bupati Mesuji Benar Terjadi

Kompas.com - 03/05/2012, 15:35 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Mimpi buruk atau kekhawatiran Bupati Mesuji Khamamik terpilih menjadi kenyataan menyusul terbakarnya kantor Pemkab Mesuji yang juga merupakan tempatnya bekerja, Kamis (3/5/2012).

Jauh hari sebelum peristiwa ini terjadi, Khamamik yang kurang dari sebulan dilantik bersama wakilnya, Ismail Ishak, di Rutan Menggala, sempat mewanti-wanti akan potensi anarki di Mesuji terkait status Ismail. Khamamik sempat menyurati Menteri Dalam Negeri agar tidak memberhentikan Ismail Ishak, terpidana satu tahun kasus gratifikasi dana penyertaan modal BUMD Kabupaten Tulang Bawang 2005.

Khamamik beralasan, pemberhentian Ismail bisa memicu gejolak di Mesuji. Bahkan, diwawancara di Bandar Lampung pada Kamis pagi ini, Khamamik menegaskan kembali bahwa ia masih mengakui Ismail sebagai wakilnya.

"Yang saya tahu, Wabup Mesuji saat ini masih Ismail. Saya hingga detik ini belum menerima surat (pemberhentian), jika itu memang ada," ujarnya tadi pagi.

Sebelumnya, melalui Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnizar Moenoek, SK pemberhentian Ismail telah diterbitkan. Namun, dimintai tanggapannya soal kejadian pembakaran kantor Pemkab Mesuji, Khamamik belum mau berkomentar. Tampaknya ia masih terpukul.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

    KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

    Regional
    Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

    Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

    Regional
    Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

    Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

    Regional
    Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

    Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

    Regional
    1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

    1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

    Regional
    6 Pasien Covid-19 di Banyumas Meninggal, Satu Kampung di-Lockdown

    6 Pasien Covid-19 di Banyumas Meninggal, Satu Kampung di-Lockdown

    Regional
    INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

    INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

    Regional
    Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

    Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

    Regional
    Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

    Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

    Regional
    Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat Berkat Layar Terpal

    Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat Berkat Layar Terpal

    Regional
    Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

    Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

    Regional
    Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

    Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

    Regional
    Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

    Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

    Regional
    Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

    Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

    Regional
    Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

    Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X