KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan Susi Air

Kompas.com - 26/04/2012, 11:48 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Penyebab pendaratan darurat  pesawat carter Susi Air di Desa Maritan, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menyebabkan dua orang tewas, belum diketahui. Penyelidikan akan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

"Penyelidikan adalah kewenangan KNKT. Tim kelaikan udara yang dipimpin Pak Rustino (Rustino Prawiro, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII) sudah berangkat mendahului KNKT ke lokasi dengan helikopter," ujar Kasiyadi, Manajer Operasi Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, Kamis (26/4/2012).

Dua orang meninggal dalam kecelakaan itu, yakni pilot Jonathan Wilis (warga negara Afrika) dan operator survei bernama Ian (warga Australia). "Evakuasi masih berlangsung," kata Kasiyadi.

Pesawat Susi Air yang dicarter untuk kegiatan survei dilaporkan hilang kontak dengan Lapangan Terbang Melak, Kutai Barat, Rabu pukul 17.10 Wita. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Sepinggan, Balikpapan, pukul 12.41 Wita.

Pesawat jenis Pilatus PK VVQ berwarna putih ini, seperti disampaikan Kepala Bandara Temindung, Samarinda, Rajoki Aritonang, ditemukan di samping jalan PU di Desa Maritan. Pesawat berada di pinggir jurang.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

    Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

    Regional
    Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

    Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

    Regional
    Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

    Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

    Regional
    Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

    Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

    Regional
    Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

    Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

    Regional
    Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

    Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

    Regional
    'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

    "Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

    Regional
    Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

    Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

    Regional
    18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

    18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

    Regional
    Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

    Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

    Regional
    Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

    Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

    Regional
    PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

    PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

    Regional
    Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

    Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

    Regional
    Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

    Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

    Regional
    3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

    3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X