Pesawat Susi Air Hilang Kontak di Kalimantan Timur

Kompas.com - 26/04/2012, 04:59 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

BALIKPAPAN, KOMPAS.com -- Pesawat Susi Air tujuan Balikpapan-Melak, Kutai Barat yang membawa dua penumpang hilang kontak (lost contact) sekitar pukul 17.10 WITA, Rabu (25/4/2012). Pesawat yang rencananya digunakan untuk melakukan survei tersebut berangkat dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan pukul 12.41 WITA.

Pesawat berjenis Pilatus dengan nomor registrasi PK VVQ tersebut diawaki Jonathan (pilot) berkebangsaan Afrika. "Pesawat dipiloti Jonathan Willis dan seorang juru kamera bernama Iyan, sampai sekarang belum diketahui keberadaannya," kata Danlanud Balikpapan Letkol Pnb. Riva Yanto di sela-sela melakukan koordinasi dengan Basarnas, dan pejabat Bandara Sepinggan, Rabu (25/4/2012).

Keterangan yang dihimpun Tribun di posko pencarian, Kantor Otoritas Bandara Wilayah Kaltim, diketahui pesawat lepas landas dari Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 12.41 WITA tujuan survei di area Melak, Kabupaten Kutai Barat.

Menurut Manajer Operasional Bandara Sepinggan Balikpapan Kasiadi, pesawat masih sempat berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC). Namun sekitar pukul 17.10 pesawat Susi Air hilang kontak. "Sekitar pukul 17.10 tower kehilangan kontak dengan pesawat, sebelumnya pesawat sempat mengabarkan akan kembali ke pulang," ungkap Kasiadi.

Sekitar 18.25 WITA, pesawat sempat mengirimkan Destres Message (sinyal) dengan Basarnas dengan koordinat; 025.02 north, 116.01.02 east. Dari sinyal destres tersebut diketahui posisi pesawat berada di ketinggian 942 kaki dengan kecepatan 68 knot. "Posisi terakhir setalah diplot di peta, diketahui posisi terakhirnya berada di kawasan Muara Ritan, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara," kata Riva Yato menambahkan.

Distrik Manajer Susi Air Cabang Balikpapan Lorenti saat dikonfirmasi enggan berkomentar tentang dugaan hilangnya pesawat dengan manifes dua orang tersebut. "Saya belum bisa berkomentar, besok (Kamis) ibu Susi (Susi Pudjiastuti, pemilik Susi Air) akan datang ke Balikpapan," jawabnya singkat.

Pihak Basarnas telah mengirimkan satu tim terdiri lima orang melalui jalur darat menuju Melak, Rabu (25/4/2012). "Besok (Kamis) kami akan mengirimkan tim gabungan dari Basarnas, TNI AU, Otoritas Bandara dan manajemen Susi Air," kata Harmoniadi, Kepala SAR Balikpapan.

Harmoni juga enggan berkomentar lebih jauh terkait hilangnya pesawat milik Susi Air. "Kami belum bisa memastikan di mana dan bagaimana kondisi pesawat," jelasnya. Pihaknya juga tidak bisa melakukan pencarian melalui udara karena waktu sudah malam. "Percuma melakukan pencarian melalui udara kalau keadaan gelap tidak kelihatan," imbuhnya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar pesawat telah ditemukan dan penumpangnya dalam keadaan baik-baik saja. Namun belakangan, kabar tersebut dianulir. "Memang ada informasi seperti itu, tapi setelah kami konfirmasi dengan petugas dan masyarakat setempat ternyata pesawat belum ditemukan," tandasnya.

Otoritas Bandara Kaltim saat dikonfirmasi tidak memberikan penjelasan. "Kami belum mendapat informasi yang jelas, informasinya masih simpang siur," kata Rustino Prawiro, Kepala Otoritas Bandara Kaltim singkat.

Dari Melak dilaporkan, Kapolres Kubar AKBP Handoyo melalui Kasat Reskrim AKP Suparno masih belum dipastikan apakah pesawat Susi Air jatuh atau mendarat darurat. Hanya saja pesawat tersebut sempat hilang dari radar Balikpapan. Di Kutai Barat belum memiliki radar hanya sebatas komunikasi radio. “Kami belum bisa memastikan kebenaran berita tersebut,” tandasnya.

Data Pesawat Pilatus Susi Air:
- PILATUS PC-6 TURBO PORTER
Tipe: Pilatus PC-6 B2H4 (5 Aircraft in Fleet)
Tahun:     2007 & 2009
Kapasitas penumpang : 7 - 9
Daya jelajah: up to 700 km (standard tanks), up to 1.250 km (extended range tanks)
Kecepatan: 230 km/h normal cruise speed, 110 km/h minimum survey speed
Minimum Airport : landasan pacu 250 meter, dalam permukaan apa saja, (rumput, tanah, coral, karang, pasir, dan pasir.
Peralatan:
Full IFR flight capability with double instruments
2 Main navigation GPS units
1 Supplemental moving map GPS
1 GPS based terrain warning
1 GPS / Iridium based aircraft tracking and communication system
1 Weather radar system
Special mission electrical bus (PK - VVK)
Kru:
2 orang kru profesional yang telah berpengalaman dan telah dilatih di Pusat Pelatihan Susi Air hingga pelatihan berstandar Internasional
Kru pemeliharaan yang profesional
(susiair.com)

Geafry Necolsen, Alex Pardede, Fachmi Rachman

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X