Karyawan PT Leces Tagih Janji

Kompas.com - 26/04/2012, 03:17 WIB
Editor

Probolinggo, Kompas - Puluhan karyawan PT Leces di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (25/4), mendatangi kantor direksi pabrik kertas peninggalan Belanda tersebut. Mereka menanyakan pembayaran gaji yang dijanjikan akan dibayarkan hari itu, tetapi ternyata tidak terealisasi.

”Kami datang menemui direksi ingin menanyakan pembayaran gaji yang awalnya dijanjikan dibayar pada Rabu (25/40). Apalagi sehari sebelumnya, ada pengumuman ditempel di dinding menyatakan kalau semua pembayaran ditunda. Kami ingin menanyakan hal itu langsung kepada pihak manajemen,” kata wakil karyawan dari Sekar (Serikat Karyawan) PT Leces, Guntur Sudono, Rabu.

Menurut Guntur, sehari sebelumnya, manajemen PT Leces menempel pengumuman penundaan pembayaran gaji yang sebelumnya dijanjikan Rabu. Pada pengumuman itu tertera gaji akan dibayarkan jika arus kas perusahaan memungkinkan.

Selain pengumuman itu, ada sekitar 500 karyawan sudah menerima pembayaran gaji dari manajemen. Akibatnya, 1.300-an karyawan dari 1.800-an karyawan PT Leces pun gerah.

”Karyawan hanya ingin tahu kepastian gajinya dibayar kapan. Ini terkait kehidupan karyawan dan keluarganya,” ujar Guntur.

Sesuai kesepakatan karyawan dan manajemen pada pertengahan April 2012, 50 persen gaji November 2011 dan kekurangan gaji 15 persen bulan Maret 2012 akan dibayar pada Rabu (25/4). Tanggal itu mengacu dugaan manajemen sudah menerima sisa uang pembayaran aset gudang dan tanah PT Leces di Cibitung yang dijual kepada pihak ketiga.

Aset dijual karena pabrik kertas itu tidak punya uang untuk membayar gaji karyawan. ”Hingga kini sisa pembayaran penjualan aset tanah dan gudang di Cibitung senilai Rp 16 miliar belum dibayarkan pembeli. Pembeli masih mengajukan kredit ke bank. Jika pembayaran sudah kami terima, gaji karyawan akan segera dibayarkan,” ujar Sekretaris Perusahaan Pabrik Kertas PT Leces, Abdul Haris.

Soal pembayaran gaji hanya 500-an karyawan, menurut Haris, manajemen memiliki uang terbatas hasil penjualan aset di Kedawung Pasuruan. Sebanyak 500-an karyawan ini adalah golongan terendah PT Leces.

”Kami ada uang sedikit hasil penjualan aset di Pasuruan sehingga kami putuskan membayar gaji bagi sejumlah karyawan yang memungkinkan. Pembayaran gaji karyawan lain tetap akan kami berikan, namun menunggu jika uangnya sudah ada,” ujar Haris.

PT Leces sejak Juni 2010 berhenti berproduksi karena tak ada suplai gas dari Perusahaan Gas Negara (PGN). PT Leces gagal bayar tagihan PGN Rp 42 miliar. Perusahaan harus tetap bayar gaji karyawan sebesar Rp 7 miliar per bulan. Tanggungan Rp 82 miliar pada sejumlah rekanan juga belum dibayar. (DIA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.