Demi Pria Pujaan, Siswi Ini Nekat Bikin Video Mesum

Kompas.com - 24/04/2012, 02:57 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

LAMONGAN, KOMPAS.com Cinta memang buta. Hanya gara-gara kesengsem dengan kakak kelasnya, Bunga—sebut saja begitu—nekat memproduksi film dan foto porno yang dibintanginya sendiri.

Ironinya, Bunga melakukan hal tersebut seusai melaksanakan ujian nasional (UN). Video dan fotonya pun kemudian dengan cepat tersebar luas melalui telepon seluler.

Kepala Subag Humas Polres Lamongan Ajun Komisaris Umar Dhani menjelaskan, kasus penyebaran video porno di Kecamatan Mantap sedang dalam penyelidikan. "Kami masih terus mencari keterangan terkait video tersebut," ujarnya, Senin (23/4/2012).

Dikabarkan, Bunga melakukan tindakan nekat itu lantaran rasa sukanya yang tak terbendung kepada Adi, kakak kelasnya. Ia pun kemudian rela mempertontonkan kemolekan tubuhnya di hadapan Adi. Ulah Bunga, yang di kampungnya diberi julukan 'Putri Ular' itu, sontak membuat geger Kecamatan Mantap, Lamongan. Pasalnya, video mesumnya yang berdurasi 6,5 menit itu tersebar luas ke tangan masyarakat.

Bunga memang dikenal sebagai penari ular karena sering tampil mengisi acara keramaian di atas panggung dengan menyuguhkan kemampuannya sebagai penari. Kelebihan inilah yang kemudian menginspirasinya untuk merekam dan kemudian mengirimkan video itu kepada Adi, yang kerap menolak cintanya. Adi, sang pujaan hati, justru lebih memilih teman Bunga.

Namun, Bunga tidak peduli dan terus-menerus mengejar Adi hingga ia rela membuat video porno dengan berpose telanjang bulat, dengan beberapa adegan di kamar mandi yang direkam dengan ponsel miliknya.

Bunga kemudian dengan senang hati meminjamkan ponselnya kepada Adi. Tujuannya tak lain agar Adi tertarik kepadanya. Namun, foto Bunga diketahui kekasih Adi. Oleh pacarnya, Adi diberi pilihan, harus menyebar rekaman porno itu jika tetap hubungan asmara mereka ingin berlanjut. Sebaliknya, apabila tidak cinta lagi, maka video itu diminta untuk dihapus.

Suhartono, kepala sekolah tempat Bunga mengenyam pendidikan, mengakui bahwa ada rekaman porno salah satu anak didiknya tersebar ke masyarakat. Namun, ia menolak memberikan keterangan lebih lanjut.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.