Penahanan Tajul Muluk Langgar HAM - Kompas.com

Penahanan Tajul Muluk Langgar HAM

Kompas.com - 13/04/2012, 13:21 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Penahanan dan penetapan tersangka terhadap tokoh Syiah Sampang, Madura, Jawa Timur, Tajul Muluk, dinilai sebagai pelanggaran atas hak asasi manusia yaitu hak kemerdekaan beragama. Koordinator Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) Surabaya, Andy Irfan, menyatakan, pilihan Tajul menyakini mazhab Syiah tak bisa dikategorikan sebagai penodaan agama.

"Mazhab Syiah adalah salah satu mazhab yang diakui komunitas Islam di dunia. Lalu bagaimana nasib jutaan pengikut Syiah yang lain Indonesia? Apakah mereka juga terancam pasal penodaan agama?'' gugat Andy di Surabaya, Jumat (13/4/2012).

Ia justru mempertanyakan proses penegakan hukum terkait kasus penyerangan dan pembakaran terhadap pengikut Syiah dan prasarana yang dibakar oleh oknum kelompok lain. Hingga kini, kata dia, polisi belum menangkap pelakunya. Padahal polisi pasti tahu siapa aktor di balik aksi penyerangan itu.

''Yang saat ini terjadi jelas merupakan kriminalisasi terhadap Tajul Muluk selaku tokoh kelompok yang tidak dikehendaki keberadaannya oleh kelompok mayoritas,'' jelasnya.

Kamis (12/4/2012) kemarin, Kejaksaan Sampang menahan Tajul Muluk di rumah tahanan setempat. Penahanan terkait penetapan Tajul Muluk sebagai tersangka sejak 16 Maret lalu.

Dia dijerat pasal berlapis yakni pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan serta Undang-undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


EditorHeru Margianto

Terkini Lainnya

Menuju Indonesia 4.0 dan Membangun Budaya Penelitian Generasi Milenial

Menuju Indonesia 4.0 dan Membangun Budaya Penelitian Generasi Milenial

Edukasi
BNNP DKI Amankan 6 Orang Penghuni Rusun Jatinegara yang Pakai Narkoba

BNNP DKI Amankan 6 Orang Penghuni Rusun Jatinegara yang Pakai Narkoba

Megapolitan
Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Nasional
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Nasional
Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Megapolitan
Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Internasional
Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Megapolitan
Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Nasional
Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Megapolitan
Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Regional
Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Megapolitan
Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Nasional
Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Regional
Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Internasional
Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Nasional
Close Ads X