Pengusaha Keripik Berebut Penggorengan - Kompas.com

Pengusaha Keripik Berebut Penggorengan

Kompas.com - 10/04/2012, 22:34 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Komisi B DPRD Probolinggo melakukan hearing dengan pengusaha UKM, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) dan Dinas Pertanian, Selasa (10/4/2012), untuk menengahi perebutan alat penggorengan antarpengusaha UKM di Kota Probolinggo.

Hearing dilakukan setelah warga mengadu ke dewan via surat. Hearing yang dipimpin Ketua Komisi B Saefuddin, Wakil Ketua Komisi Sugiono, dan Sekretaris Komisi Ummil Sulistyoningsih, serta dihadiri sejumlah anggota komisi, mempertemukan dua pengusaha keripik yang berseteru, yakni ketua Kelompok Tani Sinar Pagi Mukhlis dan pengusaha keripik perorangan, Salam. Keduanya warga Kelurahan Pilang.

Persoalan bermula ketika Salam mengajukan proposal bantuan alat penggorengan keripik ke Pemprov Jatim atas nama Kelompok Tani Sinar Pagi. Karena atas nama kelompok tani yang membawahi sejumlah pengusaha keripik, Pemprov pun memenuhi proposal itu dengan memberikan alat penggorengan.

Alat penggorengan itu kemudian digunakan oleh Kelompok Tani Sinar Pagi hingga sekarang. Salam kemudian tak terima karena dirinyalah yang memiliki inisiatif pengajuan proposal.

Untuk menemukan fakta, Dewan dan pihak terkait melakukan inspeksi mendadak ke lokasi seusai hearing. Diketahui bahwa alat penggorengan itu sudah digunakan oleh sejumlah pengusaha keripik.

Karena itu, Saefuddin menyarankan agar produksi keripik diteruskan saja karena sudah ada kegiatan usaha. Jika alat penggorengan ditarik, akan menimbulkan masalah baru.

"Sebenarnya tidak ada yang salah, hanya salah paham saja. Yang penting adalah bagaimana para pengusaha UKM terus berproduksi dan mengembangkan usaha demi terangkatnya taraf hidup mereka," ujar Saefuddin.

Agar tak ada yang dirugikan, Ummil mengatakan, untuk Salam, Komisi B menyarankan agar mengajukan lagi ke Pemprov untuk mendapatkan alat penggorengan.

Bila pengajuan tak disetujui oleh Pemprov, maka pihaknya merekomendasikan agar Dinas Pertanian atau Diskopindag menganggarkan alat penggorengan untuk Salam. "Ini adalah win-win solution," kata Ummil.


EditorTri Wahono

Terkini Lainnya


Close Ads X