Kantor KIP Gayo Lues Didemo

Kompas.com - 10/04/2012, 18:09 WIB
Penulis Nina Susilo
|
EditorMarcus Suprihadi

SAGANG, KOMPAS.com — Ribuan warga berunjuk rasa di depan Kantor Komisi Independen Pemilihan Gayo Lues, Aceh, Selasa (10/4/2012). Pengunjuk rasa memprotes dugaan politik uang yang terjadi pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues.

"Saat ini, saya dan Sekretaris (Panwaslu) terkurung di Kantor KIP (Gayo Lues). Karena banyak politik uang, warga meminta supaya pasangan calon bupati/calon wakil bupati yang melakukan politik uang segera didiskualifikasi," kata Ketua Panwaslu Gayo Lues Muchtar,  melalui sambungan telepon kepada anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelini, Selasa sore.

Dugaan politik uang, menurut Muchtar, sudah dilaporkan tiga hari lalu. Namun, pelapor enggan menunggu waktu untuk memproses kasus selama tujuh hari.

Tio mengatakan, diskualifikasi peserta pilkada hanya bisa dilakukan apabila pasangan calon atau tim kampanye terbukti melakukan politik uang dan mendapat keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

    Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

    Regional
    Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

    Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

    Regional
    Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

    Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

    Regional
    Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Regional
    Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

    Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

    Regional
    Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

    Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

    Regional
    Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

    Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

    Regional
    Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

    Regional
    Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

    Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

    Regional
    'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

    "Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

    Regional
    Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

    Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

    Regional
    Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

    Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

    [POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

    Regional
    Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

    Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

    Regional
    'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

    "Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X