Belum Ada Pernyataan Resmi dari UE Terkait Pilkada Aceh

Kompas.com - 09/04/2012, 16:49 WIB
|
EditorPepih Nugraha

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Kepala Bidang Politik, Pers, dan Informasi Delegasi Uni Eropa Charles Whiteley mengatakan, Uni Eropa belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun terkait penilaian pelaksanaan pilkada di Aceh, yang berlangsung hari ini, Senin (9/4/2012).

Whiteley menegaskan, pihaknya masih menunggu proses pilkada hingga selesai.

"Yang jelas hingga saat ini belum ada pernyataan resmi, dan kami akan menunggu proses hingga selesai sehingga hasil analisis yang diumumkan tepat," kata Whiteley yang dikonfirmasi kembali oleh Kompas.com, beberapa menit lalu.

Seperti ditulis Kompas.com sebelumnya, seorang pemantau, Juha Christensen, mengatakan bahwa proses pilkada di Aceh dinilai sudah lebih demokratis dan baik.

Namun, menurut Charles Whiteley, Juha Christensen tidak melakukan pemantauan untuk lembaga Uni Eropa.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

    Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

    Regional
    16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

    16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

    Regional
    Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

    Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

    Regional
    Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

    Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

    Regional
    Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

    Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

    Regional
    Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

    Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

    Regional
    Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

    Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

    Regional
    Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

    Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

    Regional
    Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

    Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

    Regional
    Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

    Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

    Regional
    Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

    Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

    Regional
    Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

    Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

    Regional
    Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

    Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

    Regional
    Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

    Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

    Regional
    65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

    65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X