Uni Eropa Nilai Pilkada Aceh Demokratis

Kompas.com - 09/04/2012, 14:15 WIB
|
EditorKistyarini

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Dinamika demokrasi masyarakat Aceh dinilai sangat dinamis dan cenderung membaik. Ini tercermin dalam proses pemilihan kepala daerah di Aceh yang dilaksanakan hari ini.

Hal ini diungkapkan Juha Christensen, pemantau pemilihan kepala daerah (pilkada) Aceh dari Uni Eropa. Menurut nya, proses menuju hari pemilihan yang panjang, membuahkan hasil yang baik bagi perbaikan demokrasi di kalangan masyarakat.

"Begitu pula dari sisi politis, kehadiran partai lokal dalam pelaksanaan pilkada Aceh kali ini juga membawa proses demokrasi menjadi lebih baik dari sebelumnya, di mana di sini kita akan melihat bagaimana masyarakat memilih dengan baik," jelas Christensen, saat menyaksikan proses pencoblosan di TPS Kampung Baru, Kota Banda Aceh, Senin (9/4/2012).

Berbagai persaingan politik yang terjadi di lapangan, terutama saat masa kampanye berangsung, dinilai Christensen, adalah dinamika politik yang wajar. "Namun, ada yang disayangkan memang. Terjadi upaya-upaya ke arah intimidasi bagi masyarakat, dan ini tidak baik," ujar pria asal Finlandia ini.

Pelaksanaan pilkada Aceh dipantau oeh tiga lembaga internasional, masing-masing Anfrel (Asian Network for Free Elections) serta pemantau dari Uni Eropa dan Amerika Serikat. Selain itu, beberapa lembaga lokal memantau proses pilkada ini, di antaranya Komnas HAM dan Aceh Institute.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

    Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

    Regional
    Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

    Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

    Regional
    Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

    Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

    Regional
    Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

    Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

    Regional
    Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

    Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

    Regional
    Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

    Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

    Regional
    'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

    "Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

    Regional
    Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

    Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

    Regional
    18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

    18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

    Regional
    Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

    Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

    Regional
    Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

    Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

    Regional
    PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

    PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

    Regional
    Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

    Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

    Regional
    Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

    Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

    Regional
    3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

    3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X