Komnas HAM Terjunkan 4 Tim Pantau Pilkada Aceh

Kompas.com - 08/04/2012, 13:15 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) mengirimkan tim untuk memantau pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh.

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, Minggu (8/4/2012), mengatakan, pemantau dari Komnas HAM dibagi menjadi 4 tim yang disebar di 10 kabupaten dan kota. Tim pertama diterjunkan di Banda Aceh dan Aceh Besar, tim kedua di Sigli, Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara, tim ketiga di Bener Meriah dan Takengon, serta tim keempat di Aceh Jaya dan Aceh Barat.  

Dalam pemantauan ini, Komnas HAM hanya akan memfokuskan pada aksesibilitas masyarakat Aceh dalam menggunakan hak pilihnya serta perlindungan atas penggunaan hak pilihnya itu oleh KIP maupun aparat keamanan, kata Ifdhal.

Pemungutan suara Pilkada Aceh akan dilaksanakan Senin (9/4). Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 hingga 14.00. Pilkada Aceh akan memilih bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wali kota di 17 kabupaten dan kota di wilayah Aceh. Pilkada tersebut juga akan memilih gubernur dan wakil gubernur. Ada 142 pasangan kepala daerah yang akan bertarung dalam pilkada kali ini.

Intimidasi, teror, ketegangan politik, hingga kekerasan yang banyak terjadi di Aceh menjelang pelaksanaan Pilkada 2012 menjadi latar belakang Komnas HAM untuk ikut memantau pelaksanaan pemungutan suara di Aceh.

Dari hasil pemantauan nantinya, jika ditemukan ada pelanggaran, akan diteruskan ke KIP atau Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas). Jika pelanggaran pidana akan dilaporkan ke kepolisian.

"Kami juga akan mendesak kepolisian agar mempercepat pengusutan kasus-kasus pelanggaran pidana tersebut," kata Ifdhal.

Meskipun baru menerjunkan tim pemantau dalam tahap pemungutan suara, lanjut Ifdhal, Komnas HAM sebenarnya sudah memantau tahapan-tahapan Pilkada Aceh sebelum itu. Namun, pemantauan hanya dilakukan oleh perwakilan Komnas HAM di Aceh.

"Sebenarnya kami sudah memiliki data temuan-temuan dari hasil pemantauan tersebut, namun itu belum bisa kami sampaikan sekarang karena saat ini masa tenang. Nanti tanggal 10 April akan kami umumkan," tandas dia. 

 

 

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

    Cerita Anggota TNI Sembuh dari Covid-19: Cemas dan Was-was Begitu Tahu Terpapar...

    Regional
    Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

    Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

    Regional
    Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

    Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

    Regional
    Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

    Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

    Regional
    Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

    Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

    Regional
    Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

    Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

    Regional
    Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

    Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

    Regional
    Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

    Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

    Regional
    Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

    Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

    Regional
    Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

    Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

    Regional
    Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

    Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

    Regional
    Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

    Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

    Regional
    Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

    Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

    Regional
    Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

    Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

    Regional
    Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

    Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X