Bulan Purnama dan Hari Kebangkitan Kristus

Kompas.com - 08/04/2012, 12:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Minggu (8/4/2012) adalah perayaan Paskah. Dalam tradisi Kristiani, Paskah diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus, 3 hari setelah wafat disalibkan.

Momen Paskah tidak hanya menarik sebagai perayaan keagamaan. Paskah juga bisa menjadi momen untuk memahami betapa banyak pengaruh Bulan dalam kebudayaan manusia, termasuk dalam keagamaan.

Seperti halnya Idul Fitri yang dirayakan umat Islam, Paskah juga ditentukan dengan kalender Bulan. Bedanya, Paskah menggunakan Purnama sebagai patokan, bukan hilal atau bulan baru.

Konsili Nicea I pada tahun 325 menetapkan bahwa Paskah jatuh setiap hari Minggu setelah Purnama pertama pada musim semi. Bila Purnama jatuh pada hari Minggu, maka Paskah adalah hari Minggu berikutnya.

Misalnya, jika purnama terjadi Jumat (6/4/2012), maka Paskah adalah Minggu (8/4/2012). Namun, bila Purnama terjadi Minggu (8/4/2012), maka paskah adalah Minggu (15/4/2012).

Merujuk pada keterangan "Purnama setelah musim semi", maka jelas bahwa penentuan Paskah pun memperhitungkan gerak semu Matahari yang menyebabkan fenomena 4 musim di negara subtropis.

Dalam penanggalam Paskah, acuan yang digunakan adalah musim semi di belahan Bumi Utara. Di sana, musim semi kira-kira dimulai tanggal 21 Maret, saat Matahari tepat di khatulistiwa.

Berdasarkan perhitungan musim semi dan purnama pertama di musim itu, maka dapat dipastikan bahwa Paskah akan selalu jatuh antara tanggal 22 Maret - 25 April.

Terakhir Paskah jatuh tanggal 22 Maret adalah tahun 1818, berikutnya adalah tahun 2285. Sementara, terakhir Paskah jatuh tanggal 25 April adalah tahun 1943, berikutnya adalah tahun 2038.

Diketahui, Paskah paling sering terjadi tanggal 19 April. Tanggal Paskah sendiri akan mengalami siklus yang berulang tepat setiap 5.700.000 tahun.

Situs Space.com menguraikan bahwa purnama yang dipakai sebagai acuan penanggalan Paskah disebut Paschal Full Moon (PFM). Tahun ini, PFM jatuh pada Jumat (6/4/2012), jadi Paskah adalah Minggu hari ini.

Purnama Gerejawi

Walau astronomi menjadi dasar penentuan Paskah, dalam kenyataannya penentuan Paskah tak selalu patuh pada astronomi semata. Gereja mengembangkan Purnama Gerejawi sebagai acuan utama penentuan Paskah.

Situs Langitselatan.com menguraikan bahwa Purnama Gerejawi adalah siklus Bulan imajiner yang diperhitungkan secara matematis. Purnama Gerejawi tak selalu sama dengan PFM secara astronomis.

Pengembangan Purnama Gerejawi didasarkan pada kenyataan sulitnya menentukan purnama secara global. Contoh adalah soal waktu, bila purnama jatuh hari Minggu di Sydney, maka di London masih hari Sabtu.

Bila purnama astronomis diaplikasikan secara mentah-mentah, maka boleh jadi Paskah di satu negara dengan negara lainnya akan jatuh di hari yang berbeda.

Pengaruh Purnama Gerejawi sangat terasa pada Paskah tahun 1981. Purnama secara astronomis jatuh pada Minggu (19/4/1981), jadi seharusnya Paskah jatuh pada (26/4/1982). Namun, gereja menetapkan bahwa Paskah jatuh pad Minggu (19/4/1981).

Berdasarkan perhitungan Purnama Gerejawi, maka perayaan Paskah ditetapkan pada hari Minggu Pertama setelah Purnama Gerejawi pertama pada musim semi.

Pada konsili Vatikan II tahun 1963, ada usulan agar perayaan Paskah ditetapkan harinya. Minggu kedua bulan April adalah waktu yang paling banyak diusulkan. Namun, sampai sekarang isu tersebut masih dibahas.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorTri Wahono

    Terkini Lainnya

    Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

    Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

    Regional
    Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

    Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

    Regional
    Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

    Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

    Regional
    Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

    Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

    Regional
    Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

    Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

    Regional
    Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

    Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

    Regional
    Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

    Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

    Regional
    Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

    Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

    Regional
    Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

    Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

    Regional
    Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

    Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

    Regional
    Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

    Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

    Regional
    Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

    Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

    Regional
    Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

    Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

    Regional
    Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

    Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

    Regional
    Pencarian Mantan Pemain Persis Solo yang Hilang di Pantai, Tim SAR Keluhkan Tingginya Ombak

    Pencarian Mantan Pemain Persis Solo yang Hilang di Pantai, Tim SAR Keluhkan Tingginya Ombak

    Regional

    Close Ads X