Derita Rizal, Bayi Tanpa Anus yang Telantar

Kompas.com - 30/03/2012, 06:12 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Sungguh malang nasib Rizal Kefes Natanael Unsainit, bayi berumur dua bulan yang terlahir tanpa anus. Bayi mungil pasangan Yohanes Un Sainit dan Marta Ustanu, warga Desa Oinbit, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, harus menanggung beban penyakit yang tidak lazim di tubuh kurusnya itu. Terlebih lagi, pekerjaan ayahnya hanya seorang sopir dengan penghasilan pas-pasan.

Ditemui di bangsal anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kamis (29/3/2012), terlihat kondisi tubuh Rizal, yang terus menangis, memburuk dibantu dengan selang oksigen di hidung. Berat badannya menurun drastis dari semula 2,8 kilogram menjadi hanya 1,8 kilogram.

Marta Ustanu sambil menggendong Rizal, kepada Kompas.com, mengaku bahwa saat anaknya lahir pada 23 Februari 2012, tidak ada tanda-tanda keanehan di tubuh Rizal.

"Pada waktu lahir, kondisi anak saya normal. Namun selang beberapa hari kemudian, baru terlihat saat perutnya terus mengembung dan kemudian setelah diperhatikan secara detail ternyata anak saya ini tidak punya anus," kata Ustanu.

Karena panik, sang ibu lantas membawa Rizal ke bidan Desa Oinbit. Namun, bidan desa tidak mampu menangani sehingga akhirnya dengan bermodalkan uang seadanya, hasil bantuan keluarga, Rizal dibawa ke RSUD Atambua, Kabupaten Belu.

Setelah sampai di RSUD Atambua, Rizal pun langsung dioperasi karena kondisinya yang terus memburuk.

"Setelah selesai operasi, juga tidak ada perubahan sehingga kami terpaksa rujuk ke RSUD Kefamenanu dan setelah melihat hasil rontgen yang dikasih dokter, ada infeksi di dalam perut Rizal," urai Ustanu.

Terkait dengan itu, dokter spesialis anak RSUD Kefamenanu, dr Mervin, mengatakan bahwa penyakit yang diderita Rizal adalah penyakit bawaan dari lahir sehingga harus secepatnya dioperasi. Selain itu, harus dilakukan perawatan infeksi yang rutin agar bisa sembuh.

Orangtua Rizal sempat menyesalkan tindakan bidan desa yang tidak langsung merujuknya ke rumah sakit. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU David Amleni ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan akan mengklarifikasi tudingan keluarga tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.