Keranda Mayat di Ruang Fraksi Demokrat

Kompas.com - 27/03/2012, 13:18 WIB
Penulis Sutarmi
|
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Daerah Istimewa Yogyakarta menaruh keranda jenazah bertuliskan "SBY-Boediono" di depan Ruangan Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (27/3/2012).

Mahasiswa yang hendak menemui anggota Fraksi Demokrat DPRD DIY terpaksa menelan kekecewaan. Pasalnya, tak satu pun anggota fraksi penguasa ini berada di ruang kerjanya. "Partai Demokrat pecundang. Demokrat tidak becus menyejahterakan bangsa Indonesia. Kami menyesal telah memenangkan Demokrat sebagai pemenang dalam Pemilu 2009. Revolusi! revolusi!," ujar salah satu orator aksi David, di DPRD DIY, Selasa (27/3/2012).

Sementara Koordinator Forum BEM-DIY, Abdul Kholid, mengatakan, kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akan semakin membuat rakyat Indonesia sulit memenuhi kebutuhan hidup. "Kenaikan BBM akan menyebabkan banyak orang miskin mati kelaparan akibat kebijakan pemerintahan SBY-Boediono tidak peka akan nasib rakyat," kata dia.

Menurut Abdul, alasan yang digunakan pemerintah menaikkan harga BBM sangat klasik, yakni harga minyak dunia meroket dan beban APBN. "Maka, atas nama rakyat Indonesia kami menolak kenaikan BBM dan meminta pemerintah melakukan nasionalisasi industri pertambangan asing di bawah kontrol rakyat," tegasnya.

Selain Forum BEM-DIY, mahasiswa dari sejumlah universitas di Yogyakarta juga menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pertamina Jalan Mangkubumi dan melakukan orasi bebas di depan Gedung Agung dan Kantor Pos Besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X