Nyepi, Pasar Sanglah "Tidur"

Kompas.com - 23/03/2012, 10:21 WIB
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR.KOMPAS.com — Seluruh aktivitas warga Bali lumpuh total saat pelaksaan Catur Brata Penyepian, Jumat (23/03/2012), termasuk Pasar Sanglah, Denpasar, yang sehari-harinya disibukkan aktivitas jual-beli.

Dari pantauan langsung Kompas.com, sekitar 400 kios tertutup rapat dan hanya tampak sejumlah petugas keamanan di pos jaga salah satu pasar terbesar di Denpasar ini. "Petugas keamanan di sini ada 7 orang yang jaga, pasar ini tidak boleh kosong karena aset pemerintah," ujar Gung Ari, salah seorang petugas keamanan saat ditemui pagi tadi.

Petugas juga sudah melengkapi diri dengan sejumlah peralatan pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu ada percikan api. Sebelum Nyepi, aktivitas pedagang di Pasar Sanglah baru mulai berkurang sekitar pukul 23.00 atau bersamaan dengan berakhirnya pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar.

Jika biasanya jam 2 dini hari pedagang sudah mulai datang ke Pasar Sanglah untuk malam nanti terpaksa ditunda hingga pukul 6 pagi saat Catur Brata Penyepian usai.


Seperti diberitakan, hari ini bertepatan dengan tahun baru Saka 1934, umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak bersenang-senang (Amati Lelanguan).

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X