Tomcat Tidak Menyerang Manusia

Kompas.com - 22/03/2012, 06:19 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

Tetapi, kumbang tomcat kalau terganggu atau secara tidak sengaja terpijit akan mengeluarkan cairan yang bila kena kulit akan menyebabkan gejala memerah dan melepuh seperti terbakar (dermatitis). Gejala ini muncul akibat cairan tubuh kumbang tadi mengandung zat yang disebut pederin yang bersifat racun.

Aunu mengatakan, ada yang menyebutkan bahwa pederin ini 15 kali lebih beracun daripada bisa kobra. Belakangan ini diketahui bahwa produksi pederin dalam tubuh kumbang tergantung pada keberadaan bakteri Pseudomonas sp. yang bersimbiosis dalam tubuh kumbang betina.

Pederin bersirkulasi dalam darah kumbang sehingga dapat terbawa sampai ke keturunannya (telur, larva, pupa, dan kumbang). Namun demikian, kumbang betina yang mengandung bakteri akan menghasilkan pederin yang lebih banyak dibandingkan kumbang yang dalam tubuhnya tidak ada bakteri simbion.

Aunu mengatakan, kumbang ini jangan dimusnahkan karena bermanfaat bagi petani. Penyemprotan di rumah juga tidak perlu dilakukan karena lebih berisiko terhadap kesehatan penghuninya.

Untuk menghindari serangannya, dengan cara halaulah kumbang ini agar menjauh dari rumah dengan mematikan lampu, atau memungutnya secara hati-hati dengan kantong kertas dan lepaskan ke habitatnya (sawah atau tempat lembab lainnya).

Masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan kejadian tersebut karena outbreak kumbang tomcat seperti terjadi di Surabaya pernah pula dilaporkan terjadi di negara lain, seperti di Okinawa-Jepang (1966), Iran (2001), Sri Lanka (2002), Pulau Pinang Malaysia (2004 dan 2007), India Selatan (2007), dan Irak (2008).

"Memang sesekali kumbang datang ke permukiman karena tertarik cahaya lampu, dan mengganggu kenyamanan penghuninya. Namun demikian, jangan sampai 'pengabdian setiap hari' kepada petani oleh kumbang ini terhapus oleh perilakunya datang ke permukiman yang hanya sesekali terjadi," ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

    "Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

    Regional
    Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

    Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

    Regional
    10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

    10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

    Regional
    4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

    4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

    Regional
    Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

    Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

    Regional
    Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

    Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

    Regional
    Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

    Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

    Regional
    Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

    Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

    Regional
    Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

    Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

    Regional
    Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

    Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

    Regional
    Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

    Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

    Regional
    Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

    Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

    Regional
    Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

    Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

    Regional
    Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

    Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

    Regional
    Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

    Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X