Deklarasi Damai Pilkada Aceh Hanya di Atas Kertas

Kompas.com - 20/03/2012, 19:35 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDA ACEH, KOMPAS.com- Deklarasi damai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh yang ditandatangani para kontestan calon kepala daerah pada Rabu (14/3) lalu hanya berlaku di atas kertas.

Dalam kurun waktu kurang dari seminggu seusai deklarasi ditandatangani, kasus intimidasi, teror, dan kekerasan politik justru marak terjadi di Aceh. Tak kurang sembilan kasus kekerasan terkait pilkada terjadi dalam sepekan terakhir di Aceh.

Koordinator Koalisi NGO Hak Asasi Manusia (HAM) Aceh, Evi Narti Zein, Selasa (20/3/2012), mengungkapkan, berbagai bentuk kekerasan seperti pembakaran mobil tim sukses pasangan calon, pembakaran kantor partai, penganiayaan, hingga ancaman penembakan yang terjadi di Aceh belakangan menunjukkan masih lemahnya komitmen para kontestan dalam melaksanakan pilkada damai.

"Deklarasi damai hanya di atas kertas. Padahal, damai itu semestinya dengan hati, bukan dengan janji di atas kertas semata," kata dia.

Berbagai kasus kekerasan terkait pilkada akhir-akhir ini, lanjut dia, sebenarnya hanya dilakukan beberapa kontestan tertentu. Dampak dari rangkaian kekerasan yang bersifat intimidasi dan teror itu justru membuat masyarakat takut.

Kontestan pilkada dan kepolisian serta panitia pengawas pemilihan harus memainkan perannya secara lebih baik untuk terciptanya pilkada damai ini. Kekerasan yang masih terjadi ini sebagai bentuk ketidakdewasaan para kontestan. "Sayangnya, polisi dan panwas sendiri sangat lamban dalam menangani kasus-kasus yang ada," ujar dia.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.