Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Umat Hindu di Malang Ikuti Prosesi Melasti

Kompas.com - 20/03/2012, 18:36 WIB
Yatimul Ainun

Penulis

MALANG, KOMPAS.com - Ribuan umat Hindu di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu), Jawa Timur, mengikuti rangkaian melasti jelang hari raya Nyepi, di pantai Balekambang, Kabupaten Malang. Sejak Selasa (20/3/2012) pagi, ribuan umat Hindu sudah memadati pantai Balekambang.

Umat yang melakukan prosesi melasti tersebut membawa sesaji dan peralatan suci (arca atau pratima), sembari diiringi dengan musik gamelan bleganjur atau alunan musik tradisional khas umat Hindu. Prosesi Melasti tersebut adalah kegiatan ritual yang bermakna membersihkan "pratima" dan benda yang disakralkan ke laut adalah kegiatan yang diwariskan secara turun temurun di agama Hindu.

Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Malang Raya, Sutomo Adiwijoyo, yang ditemui Kompas.com, di sela-sela acara, bahwa prosesi melasti di Agama Hindu adalah kegiatan menyucian pratima menjelang hari raya Nyepi sebagai pergantian tahun saka.

"Umat Hindu di Malang Raya, dalam memperingati pergantian Tahun Baru Isaka 1933 ke Tahun Baru Isaka 1934 melakukan serangkaian upacara keagamaan yang diawali dengan melasti," katanya.

Dalam prosesi melasti tersebut, dilangsungkan doa bersama dipinggir pantai. Di depan umat Hindu yang berdoa, berjejer anekaragam sesaji yang ada di jepana. Di dalam jepana itu ada telur, anekaragam buah-buahan untuk dilarung ke laut, secara bersama-sama.

Setelah dilarung ke laut, secara serentak dengan dipimpin para tokoh agama Hindu, seketika itu segala jenis sesaji langsung menjadi rebutan para umat Hindu dan non umat Hindu yang hadir saat prosesi melasti. "Sesaji dilarung ke laut itu untuk tolak bala dan bentuk syukur agar dunia ini semakin lestari," jelas Sutomo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com